![]() |
| BRI mendukung ketahanan pangan di era normal baru |
ASLIKARTU - Memastikan ketahanan pangan di Indonesia membutuhkan komitmen yang kuat dan berkelanjutan dari semua pihak terkait untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi petani. Ketidakmampuan petani untuk mengakses modal tetap menjadi salah satu masalah utama yang perlu terus ditangani. Agen Poker
Dengan modal, baik dalam bentuk uang tunai atau sarana produksi pertanian, petani dapat melakukan bisnis, mulai dari mengolah tanah, menanam tanaman hingga panen.
Pandemi COVID-19, diikuti dengan pengenaan pembatasan sosial skala besar (PSBB), telah menyebabkan harga rendah dan gangguan rantai pasokan, menyebabkan banyak petani mengalami kerugian.
Ini menjelaskan mengapa pemberi pinjaman milik negara Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang mengakui pentingnya memberdayakan petani, terus membantu mereka mengatasi masalah karena petani memainkan peran penting dalam memastikan ketahanan pangan.
Untuk memahami masalah yang dihadapi petani, Bank BRI menyelenggarakan “Dialog Ketahanan Pangan” di Balai Desa Bangun Rejo, Lampung Tengah.
Acara yang diadakan pada 11 Juni ini dihadiri oleh direktur utama Bank BRI, Sunarso dan wakil gubernur provinsi Lampung Chusnunia Chalim.
Sunarso mengatakan bahwa di tengah pandemi, memastikan ketahanan pangan semakin penting dan Bank BRI, yang fokus utamanya termasuk memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berkomitmen untuk mendukung program pemerintah yang terkait dengan masalah tersebut.
“Ini dapat dibuktikan secara konkret dengan peran BRI sebagai salah satu bank yang menyalurkan pinjaman untuk program kredit mikro Kredit Usaha Rakyat (KUR), di mana penyaluran KUR BRI untuk sektor pertanian mencapai lebih dari 30 persen dan penyaluran KUR Mikro untuk produksi sektor ini tercatat lebih dari 60 persen, ”tambahnya.
Kebijakan Bank BRI tentang pencairan KUR sejalan dengan desakan Presiden Joko Widodo untuk menyalurkan KUR pemerintah ke sektor-sektor yang lebih produktif, khususnya usaha mikro di sektor pertanian, sehingga pinjaman memiliki dampak yang lebih besar pada perekonomian.
Pemerintah telah menaikkan plafon nilai total pinjaman KUR yang akan dicairkan pada tahun 2020 menjadi Rp 190 triliun (US $ 13,55 miliar) dan telah berkomitmen untuk meningkatkan plafon bertahap menjadi Rp 325 triliun pada tahun 2024. Suku bunga kredit mikro juga diturunkan menjadi 6 persen tahun depan dari 7 persen saat ini.
Pada awal April, melalui anak perusahaannya, BRI Ventura, Bank BRI menyuntikkan dana ke dalam permulaan di bidang pertanian (agritech), yaitu TaniGrup, melalui modal yang berpartisipasi untuk meminimalkan risiko yang dihadapi oleh para pemain UMKM, terutama petani.
Investasi tambahan akan dialokasikan untuk memperluas layanan TaniGroup dan cakupan operasional sehingga lebih banyak petani, pemain MME yang bergerak di sektor pertanian dan pelanggan, dapat memanfaatkan platform TaniGroup.
TaniGroup bergerak dalam dua lini bisnis utama, TaniHub dan TaniFund. TaniHub menjalankan e-commerce yang menghubungkan petani secara langsung dengan pembeli dan TaniFund terlibat dalam pinjaman digital atau pinjaman peer-to-peer yang menyediakan pembiayaan bagi petani untuk pengembangan bisnis.
Menurut sekretaris perusahaan Bank BRI, Amam Sukriyanto, TaniGroup memainkan peran penting dalam memberdayakan petani. Melalui platform digital, petani dapat menjual langsung ke pengguna akhir tanpa harus menggunakan perantara, yang mencakup kelompok yang lebih luas. "Ini sejalan dengan semangat BRI untuk memberdayakan UMKM, di antaranya adalah petani," katanya.
Sebelumnya, Bank BRI berkolaborasi dengan TaniGroup dalam layanan perbankan, termasuk akuisisi online yang memfasilitasi transaksi dengan menggunakan BRI Virtual accounts (BRIVA), e-pay BRI dan kartu kredit. Sejalan dengan semangat jarak fisik, pembeli / pelanggan TaniGroup dapat menikmati produk BRI untuk berbelanja dari rumah dengan lebih mudah, dengan batas yang lebih tinggi. Untuk membantu mengelola keuangan, BRI menyediakan TaniGroup dengan Sistem Manajemen Kas (CMS).
Dengan berbagai dukungan layanan keuangan untuk TaniGroup, BRI mengharapkan bank untuk mengambil bagian dalam pengembangan sektor pertanian, terutama memberikan nilai tambah bagi petani Indonesia.
Upaya Bank BRI untuk mendukung ketahanan pangan, sebenarnya, telah dimulai jauh sebelum pecahnya COVID-19 di Jakarta.
Pada Dialog dengan para petani di Lampung, Sunarso secara simbolis menyerahkan pinjaman KUR senilai Rp 50 juta kepada dua perwakilan peserta. Selain itu, Yayasan Baitul Mal BRI (YBM BRI) secara simbolis menyumbangkan Rp 1,6 miliar kepada 31 kelompok tani yang berpartisipasi dalam program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR), terutama yang bergerak di bidang pertanian hortikultura.
“Pandemi telah memberikan tekanan luar biasa pada pemain UMKM, termasuk petani. Oleh karena itu, selain terus mendistribusikan KUR dan melonggarkan pinjaman nasabah yang terkena dampak melalui berbagai program, Bank BRI terus mendorong UMKM untuk bertahan dan beradaptasi untuk menyambut era normal baru, ”Sunarso berkomentar.
Setelah berdialog dengan masyarakat, rombongan mengunjungi penggilingan padi milik BRI dan Agen BRILink yang dilengkapi EDC. Kemudian, rombongan turun ke sawah untuk berbincang langsung dengan para petani. Menanggapi permintaan dari salah satu petani yang bisnis pertaniannya terganggu setiap kali musim kemarau, Sunarso menyumbangkan pompa air di bawah program CSR terkait pengembangan lingkungan bank.
Secara nasional, BRI telah mendistribusikan lebih dari Rp 47,4 triliun dalam KUR ke lebih dari 1,7 juta UKM, atau setara dengan 39,35 persen dari target pemerintah.
"Terlepas dari kondisi yang menantang saat ini, BRI tetap optimis bahwa pada akhir tahun ini, perusahaan dapat mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Sunarso.
BRI terus memacu pertumbuhan KUR secara nasional melalui pertumbuhan selektif, dengan fokus pada beberapa sektor produksi yang terus bergerak, seperti pertanian dan kesehatan. Selain itu, BRI juga telah melakukan digitalisasi pinjaman, yang memungkinkan tenaga pemasaran BRI untuk melakukan kegiatannya dengan aman meskipun ada panggilan untuk menerapkan protokol kesehatan dan langkah-langkah jarak fisik.
"Saat ini kami sedang mempersiapkan skema kredit baru untuk pemain UMKM, dengan tujuan memastikan bahwa segera setelah COVID-19 berlalu, mereka dapat menghidupkan kembali dan kembali untuk mendorong roda ekonomi nasional," Sunarso menyimpulkan. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar