Jumat, 26 Juni 2020

Malaysia memulangkan 2.500 pekerja Indonesia tanpa dokumen di bawah MCO

Malaysia memulangkan 2.500 pekerja Indonesia tanpa dokumen di bawah MCO
Malaysia memulangkan 2.500 pekerja Indonesia tanpa dokumen di bawah MCO

ASLIKARTU - Pemerintah Malaysia memulangkan 2.500 pekerja migran Indonesia yang tidak berdokumen sebagai bagian dari penegakan perintah kontrol gerakan (MCO) untuk memperlambat transmisi pandemi COVID-19 di negara tetangga.  Agen Poker

Sebanyak 4.200 pekerja migran tidak resmi lainnya akan segera dipulangkan, kata Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada konferensi pers di Putrajaya, Jumat.

Yaakob mencatat bahwa 672 pekerja migran tidak berdokumen dari Indonesia dipulangkan dari Sabah di Malaysia yang berbagi wilayah perbatasannya dengan Provinsi Kalimantan Utara di Indonesia, sementara 5.280 pekerja ilegal dari Filipina akan dipulangkan pada 30 Juni.

"Semua pekerja yang dipulangkan ini telah diuji negatif untuk penyakit coronavirus baru (COVID-19) sebelum dikirim ke negara asal mereka," katanya.

Pemerintah Malaysia sebelumnya telah mengisyaratkan pembebasan 4.800 pekerja migran Indonesia yang tidak berdokumen dari rumah tahanan imigrasi negara itu untuk kemudian dipulangkan ke Indonesia sejak 6 Juni.

Agen Domino

Menurut ANTARA, para pejabat Departemen Imigrasi dan Luar Negeri Malaysia telah mengadakan diskusi tentang rencana terkait pemulangan ini dengan rekan-rekan mereka dari Kedutaan Besar Indonesia pada 28 Mei.

Sebanyak 2.189 pekerja migran Indonesia yang tidak berdokumen tinggal di beberapa pusat penahanan imigrasi di Semenanjung Malaysia dan Sarawak serta 672 lainnya di Sabah dipulangkan pada fase pertama pada 6 Juni.

Batch pertama dari 450 pekerja migran tidak berdokumen diterbangkan kembali ke Indonesia melalui Jakarta, Medan, dan Surabaya pada 6 Juni, sementara 445 lainnya kembali melalui tiga kota di Indonesia pada 10 Juni.

Pemulangan 1.294 pekerja migran tidak berdokumen ke Medan dilakukan melalui laut pada 22 Juni.

Pada tanggal 29 Mei, pemerintah Malaysia telah memusatkan perhatian pada persetujuan pemerintah Indonesia, Bangladesh, dan Nepal pada proposal untuk memulangkan pekerja migran ilegal dan warga negara yang tidak memiliki dokumen yang telah diuji negatif untuk COVID-19.

Bersamaan dengan beberapa negara lain di seluruh dunia, Malaysia telah berupaya untuk meratakan kurva kasus COVID-19 dan untuk mengatasi dampak sosial-ekonomi dari virus yang pertama kali menyerang kota Wuhan di Cina pada akhir 2019.

Pemerintah Malaysia telah memberlakukan MCO untuk membendung penularan pandemi COVID-19 ini. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar