![]() |
| Meliputi penguburan COVID-19: Kisah-kisah para jurnalis foto |
ASLIKARTU - Pada pertengahan Maret, minggu-minggu setelah dua kasus pertama penyakit coronavirus (COVID-19) dilaporkan di Indonesia, jumlah pasien yang dites positif dan kematian di Jakarta, pusat virus, mulai meningkat secara mengkhawatirkan. Administrator ibukota melaporkan mengubur lebih dari seribu mayat sesuai dengan protokol coronavirus selama bulan itu, dengan dampak selanjutnya pada petugas kesehatan akibat infeksi dan kelelahan. Agen Poker
Pada akhir Maret, semakin banyak kasus positif ditemukan di luar pusat gempa, dan beberapa percaya itu bisa menjadi awal dari krisis kesehatan dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang pernah terjadi di negara ini.
Meskipun dalam situasi kritis, beberapa orang tampaknya tidak memperhatikan pentingnya mengikuti protokol kesehatan yang bertujuan menghindari penularan infeksi. Sekelompok orang bodoh mengklaim wabah itu adalah hasil dari teori konspirasi, pandangan tidak berdasar yang ditolak oleh para ilmuwan dan ahli epidemiologi.
Dalam menghadapi beberapa pandangan yang tidak berdasar tentang penyakit menular dan meningkatnya informasi yang salah tentang virus korona, Muhammad Adimaja, seorang jurnalis foto yang bekerja untuk ANTARA, memutuskan untuk pergi ke Pondok Rangon dan Tegal Alur, dua pemakaman umum terbesar yang khusus dirancang untuk para korban COVID-19 di Jakarta.
Adimaja menanti untuk menyaksikan dari dekat cara kerja orang-orang yang terkena dampak COVID-19 yang bekerja di garis depan melawan pandemi. Perhatian utamanya adalah pekerja penguburan yang menangani mayat COVID-19 korban.
Di pemakaman umum, ia menyaksikan "gelombang tinggi" dari tubuh pasien coronavirus dan pasien yang diduga telah dirawat sesuai dengan protokol COVID-19.
Saat bekerja di lapangan, ia menyaksikan bahwa penggali kubur kewalahan oleh wabah, karena mereka harus bekerja sepanjang waktu untuk menyelesaikan proses pemakaman untuk korban COVID-19.
“Ada suatu hari ketika para pekerja penguburan ini harus bekerja sampai jam 11 malam. waktu setempat, ”katanya minggu lalu.
“Saya ingin orang tahu bahwa COVID-19 adalah penyakit serius. Itu membunuh orang, ”Adimaja menegaskan. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar