Minggu, 31 Mei 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendistribusikan 268.381 unit APD

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendistribusikan 268.381 unit APD
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendistribusikan 268.381 unit APD

ASLIKARTU - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mendistribusikan 268.381 unit alat pelindung diri (PPE) dan 16 set Reaksi Rantai Polimerase (PCR) ke rumah sakit pendidikan di seluruh Indonesia. Agen Poker

268.381 unit APD termasuk pelindung wajah, masker medis, dan sarung tangan serta 16 set PCR serta kit uji reagen menggunakan realokasi dana anggaran negara di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, penjabat direktur jenderal pendidikan tinggi di kementerian Prof Nizam mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada hari Minggu.

Dia mengatakan kementerian mendukung kerja sama di antara lembaga-lembaga pendidikan tinggi dalam perjuangan mereka melawan pandemi penyakit coronavirus (COVID-19) yang baru. Hampir 15 ribu sukarelawan siswa melayani sebagai mesin komunikasi, informasi, dan pendidikan (KIE).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah merealokasi dana anggaran hingga Rp405 miliar untuk memperkuat rumah sakit pendidikan dan sekolah-sekolah kedokteran dari lembaga-lembaga pendidikan tinggi negeri dan swasta di seluruh negeri.


Program ini telah meningkatkan kapasitas tes PCR nasional untuk COVID-19 sebanyak 7.000 sampel per hari dibandingkan dengan target harian yaitu 10.000 sampel yang ditetapkan oleh. Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Sekretaris direktorat jendral pendidikan tinggi Paristiyanti Nurwardani mengatakan, APD didistribusikan di antara rumah sakit pendidikan secara proporsional dengan jumlah kasus virus korona yang dikonfirmasi di daerah di mana mereka berada.

Kementerian telah memobilisasi mahasiswa kesehatan untuk menjadi sukarelawan dalam perjuangan melawan COVID-19. Para relawan berpartisipasi dalam upaya pencegahan serta pengobatan COVID-19.

Kementerian juga telah membuat pengaturan sehingga rumah sakit pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat menerima COVID-19 pasien.

"Saat ini, ada 13 fasilitas medis dan 13 rumah sakit pendidikan yang ditunjuk oleh Departemen Kesehatan sebagai laboratorium uji COVID-19," Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan pada 26 Maret, menambahkan bahwa tanpa tes sistematis, akan sulit untuk mengekang penyebaran virus. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar