Rabu, 27 Mei 2020

Menteri Mahfud MD mengundang orang untuk memperluas persaudaraan

Menteri Mahfud MD mengundang orang untuk memperluas persaudaraan
Menteri Mahfud MD mengundang orang untuk memperluas persaudaraan

ASLIKARTU - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), RI Mahfud MD, pada hari Selasa mengundang masyarakat untuk memperluas persaudaraan, sesuai dengan ajaran agama. Agen Poker

"Persahabatan sekarang disebut jaringan. Jika kita ingin hidup maju, dengan tenang dan nyaman, (kita harus) memperluas jaringan," katanya, saat berpidato di pertemuan pasca-Idul Fitri di Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui konferensi video, di Solo pada hari Selasa.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga menyentuh penerapan hukum dalam Islam.

Dia mengatakan banyak tradisi dalam Islam akhirnya mampu membangun Islam itu sendiri.

Menurutnya, banyak hukum Islam yang lahir dari budaya. "Termasuk perayaan Idul Fitri, kembali ke kampung halaman, bahwa dalam Islam, hukumnya sunnah," katanya.

Mengenai penerapan hukum dalam Islam, katanya, hukum akan berubah sesuai tempat dan waktu.

Dia mengatakan tidak sedikit undang-undang yang muncul di masa lalu sebagai hasil dari penyesuaian dengan kondisi yang ada, tetapi mereka tidak meninggalkan nilai.

"Misalnya, undang-undang dari Jerman tidak dapat diterapkan di Inggris, dan sebaliknya, atau di negara lain. Lebih lanjut, undang-undang yang berlaku pada 1945 tidak cocok dengan (undang-undang yang berlaku di) 2002," katanya lagi.

Karena itu, katanya, merumuskan undang-undang baru tidak salah arah. Dia juga mendesak orang untuk tidak terlalu kaku dalam mempraktikkan Islam.


Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Kesehatan Indonesia, Terawan Agus Putranto, Rektor UNS Jamal Wiwoho, dan sejumlah pejabat UNS.

Umat ​​Islam di seluruh Indonesia mengambil bagian dalam perayaan Idul Fitri tahun ini yang menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan. Perayaan kali ini berbeda karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Situasi saat ini menuntut pengorbanan dari orang-orang di seluruh negeri dengan menghentikan kunjungan ke kampung halaman mereka, yang sangat berbeda dari tradisi mudik yang diikuti selama beberapa dekade. Acara reguler "silaturrahim" (persaudaraan Islam) juga telah dibatalkan karena COVID-19.

"Saya merasa bahwa ini sama sekali tidak mudah, tetapi keselamatan keluarga dan kerabat kita jauh lebih penting dan harus menjadi prioritas kita bersama," Presiden Joko Widodo mengatakan sebelumnya.

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana tidak mengamati tradisi mengadakan open house di Istana Negara pada 25 Mei 2020, karena situasi COVID-19, Wakil Kepala Sekretariat Presiden bidang Protokol, Pers, dan Media, Bey Triadi Machmudin, dinyatakan.

Sebagai gantinya, Presiden Jokowi mengimbau masyarakat luas untuk menegakkan semangat "silaturrahim" selama perayaan Idul Fitri secara virtual, melalui penggunaan berbagai platform media digital.

"Tradisi 'silaturrahim' dengan kerabat dan teman-teman harus terus dilestarikan. Meskipun mereka tidak dapat bertemu secara fisik, itu masih dapat dilakukan secara virtual," kata Machmudin.

Presiden Jokowi juga mengimbau para menteri dan anggota kabinet untuk tidak mengadakan acara open house. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar