Jumat, 22 Mei 2020

Sebanyak 100 Unit Mobil Terdata Menerobos Paksa Pos PSBB Perbatasan Sumbar-Riau


ASLIKARTU  -  Pada haris Kamis (21/5) di tengah kebijakan larangan mudik terkait pandemi virus corona, sekitar 100 mobil menerobos paksa pos jaga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Sijunjung, yang merupakan perbatasan Sumatera Barat dengan Riau. AGEN DOMINO

Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan mengatakan peristiwa penerobosan pos jaga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, dimana pada jam tersebut petugas jaga sedang lengah karena lelah.

AKBP Andry Kurniawan mengatakan pengendara mencari celah masuk pada waktu anggota lelah. Petugas sudah mengimbau supir untuk putar balik. Sebelum kendaraan masuk, terjadi adu argumentasi anatara petugas dngan para sopir. Namun, karena keterbatasan petugas, sedangkan jumlah kendaraan cukup banyak, sementara petugas menghindari gesekan dan malah kontraproduktif, terjadilah penerobosan secara paksa oleh kendaraan tersebut.

                      AGEN POKER ONLINE

Saat kejadian tersebut petugas gabungan di pos jaga berjumlah 15 orang dimana terdiri atas polisi, tentara, polisi pamong praja, tenaga kesehatan, anggota BPBD, dan petugas Dinas Perhubungan.

Diketahui kejadian tersebut sudah tiga kali terjadi di pintu masuk Sumbar melalui Sijunjung. Pada kejadian pertama dan kedua mobil yang berhasil lolos pos perbatasan tidak sebanyak mobil yang menerobos paksa pos pada kejadian ketiga.

Menurutnya aksi penerobosan perbataasan Sumbar bukan semata kesalahan petugas di pos jaga Sijunjung . Andry berpendapat masalah itu harus dilihat secara komprehensif, yakni dari Riau. Ia mempertanyakan mengapa petugas di Riau mengizinkan mobil keluar dari provinsi tersebut menuju Sumbar, padahal di sana juga diberlakukan PSBB.

AKBP Andry mengatakan jika PSBB diberlakukan, seharusnya kendaraan tidak boleh masuk dan keluar wilayah tersebut. Di Sumbar kami tidak memperbolehkan kendaraan dari luat masuk dan melarang kendaraan dari dalam Sumbar untuk keluar.

Untuk mengantipasi pos jaga perbatasan diterobos kendaraan, Andry berencana menambah personil dan mengerahkan sarana dan prasarana Polres Sijunjung, seperti mobil (water cannon) dan mobil beserta tim khususnya untuk menghalau pengendara yang ingin masuk Sumbar.

AKBP Andry mengatakan kami juga akan berkoordinasi dengan polsek dan polres di wilayah Riau yang berbatasan dengan Sumbar. Artinya, pengawasan kendaraan mudik harus dilakukan bersama. AGEN DOMINO

0 komentar:

Posting Komentar