
ASLIKARTU - Terjadinya bentrok antara organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila dan Persaudaraan Setia Hati Ternate (PSHT) yang terjadi pada hari Kamis (21/5) malam, petugas kepolisian Polres Metro Bekasi Kota melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi. AGEN DOMINO
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Wijonarko mengatakan aksi keributan antara Pemuda Pancasila dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terjadi di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dalam kejadian bentrokan tersebut, menyebabkan adanya dua orang terluka dan empat unit sepeda motor terbakar.
Kombes Wijonarko mengatakan ada sekitar lima saksi yang diperiksa tapi akan bertambah terus karena ini prosesnya akan terus berjalan.
AGEN POKER ONLINE
Disampaikan Wijonarko, sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan terkait aksi keributan itu. Sebab, polisi masih terus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan para saksi.
Wijonarko mengatakan pihaknya juga terus mengdalami motif di balik aksi keributan antar kedua ormas tersebut. Termasuk soal dugaan bahwa keributan itu dipicu oleh anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) yang tidak membayar kopi pesanannya.
Pihak kepolisian meminta kepada pemimpin ormas untuk dapat mengendalikan anggota di bawahnya agar tidak mudah terprovokasi
"Kasus tersebut masih didalami terkait dengan masalah tersebut, memang di antaranya seperti it (tidak bayar kopi), namun tidak menutup kemungkinan ada hal yang lain sehingga mungkin berakibat adanya saling ribut." ungkapnya.
Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna mengatakan keributan antara ormas PSHT dan PP terjadi sekitar pukul 02.30, saat itu terjadi pengeroyokan terhadap Totok, pemilik warung, oleh Iwan dan sejumlah kawananya dari Pemuda Pancasila. Kejadian itu pecah di Jalan Kapung Rawa Bojong, Bintara, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Aksi itu diduga terjadi lantaran anggota PP menolak untuk membayar kopi yang dipesan di warung tersebut. Pada saat pengeroyokan itu terjadi, mereka mengeluarkan kaliman menantang organisasi silah Persaudaraan Setia Hati Ternate (PSHT).
Dan pada pukul 03.00 WIB, sempat dilakukan mediasi dan kedua belah pihak menandatangi surat perdamaian. Namun pada para anggota silat PSHT mendatangi lokasi kejadian dan mencari pelaku pengeroyokan dari Pemuda Pancasila.
Kemudian pada pukul 18.00 WIB, di Jalan I Gusti Ngurah Rai Bekasi Barat, terjadi saling lempar antara anggota ormas Pemuda Pancasila dan PSHT. Keributan itu diketahui terus berlangsung hingga malam hari.
Pihak kepolisian juga sudah melakukan pertemuan dengan pimpinan dari kedua ormas. Hasilnya disepakati bahwa penanganan dan pengusutan insiden keributan itu diserahkan kepada ke petugas kepolisian.
Kemudian pihaknya juga meminta kepada pemimpinan ormas untuk dapat melakukan mengendalikan anggota di bawahnya agar tidak mudah terprovokasi. Tujuannya untuk menjaga situasi kondisif di wilayah Bekasi. AGEN DOMINO






0 komentar:
Posting Komentar