![]() |
| 197 pekerja migran yang dikarantina di Batam menunggu untuk kembali ke kota asal |
ASLIKARTU - Sekitar 197 pekerja migran Indonesia menyelesaikan masa karantina selama 14 hari di flat administrasi Kota Batam di Kepulauan Riau dan dapat kembali ke kota asal mereka. Agen Poker
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi menyatakan di sini pada hari Jumat bahwa 13 pekerja migran telah berangkat ke kota asal mereka pada hari Kamis (4 Juni).
"Dua pekerja kembali ke Pekanbaru (Riau), satu ke Palembang (Sumatra Selatan), satu ke Jakarta, tiga ke Surabaya (Jawa Timur), dan enam ke Lampung," ungkapnya.
Para pekerja migran tiba di Pelabuhan Internasional Center Batam pada 21 Mei.
Kusmarjadi mencatat bahwa para pekerja akan membayar biaya yang diperlukan untuk kembali ke daerah, sementara pemerintah Kota Batam telah menanggung biaya hidup selama mereka tinggal di flat.
Sekretaris Kantor Urusan Sosial Batam Leo Putra menyatakan bahwa kota telah mengalokasikan Rp3 miliar untuk karantina orang di bawah pengawasan COVID-19, termasuk para pekerja migran.
"Mereka akan dikarantina hingga tes swab memberikan hasil negatif. Jika dites positif (untuk COVID-19), mereka akan dipindahkan ke rumah sakit rujukan untuk diisolasi," jelasnya.
Sebelumnya, 239 pekerja migran Indonesia, yang telah kembali dari Malaysia melalui Pelabuhan Batam, dikarantina di sebuah blok apartemen yang dikelola oleh pemerintah Kota Batam.
Para pekerja migran tiba di Batam melalui kapal dalam dua gelombang dari Malaysia.
Sekretaris Kota Batam Jefridin Hamid sebelumnya mengatakan bahwa semua pekerja migran yang tiba di Batam akan menjalani pemeriksaan karantina dan kesehatan. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar