Selasa, 16 Juni 2020

BNN menyebarkan pengeras suara ponsel untuk menyebarkan kesadaran terhadap narkoba

BNN menyebarkan pengeras suara ponsel untuk menyebarkan kesadaran terhadap narkoba
BNN menyebarkan pengeras suara ponsel untuk menyebarkan kesadaran terhadap narkoba

ASLIKARTU - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengintensifkan kampanye kesadaran publiknya untuk mengedukasi warga tentang ancaman dari pengedar narkoba dan penyelundup manusia dengan bantuan pengeras suara ponsel. Agen Poker

Kantor BNN di Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, meluncurkan kampanye berbasis loudspeaker seluler di kota itu pada hari Selasa untuk membuat warga setempat sadar akan ancaman terus-menerus yang ditimbulkan oleh narkoba di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Empat personel dari kantor BNN-Kendari melakukan kampanye kesadaran publik untuk mendidik masyarakat, khususnya kaum muda di provinsi itu, dan memutus rantai perdagangan obat-obatan terlarang, kata kepala badan itu, Harmawari.

Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, ketika orang diminta untuk tinggal di rumah dan bekerja dari rumah, kepala BNN di Jakarta menyarankan kampanye berbasis pengeras suara seluler di Kendari, katanya.

Untuk kampanye, para pejabat BNN fokus pada Anduonohu ​​Kemilau, Lorong Wirabuana Anduonohu, dan kompleks perumahan Graha Duta Anduonohu.

Mereka juga membagikan stiker yang menyatakan "Hentikan konsumsi obat-obatan terlarang" kepada warga, kata Harmawari.


Pengedar narkoba domestik dan transnasional memandang Indonesia sebagai pasar potensial karena populasi yang besar dan jutaan pengguna narkoba. Perdagangan narkoba di Indonesia bernilai hampir Rp66 triliun.

Menurut laporan BNN, sekitar 50 kematian terkait penggunaan narkoba terjadi setiap hari di Indonesia. Namun, kematian itu gagal menghalangi orang untuk menggunakan narkoba.

Dalam menghadapi ancaman besar yang ditimbulkan oleh raja obat bius, kepala komisaris BNN Jenderal Heru Winarko telah menyarankan hukuman mati bagi mereka yang terlibat dalam perdagangan narkoba di negara ini.

BNN dan polisi telah melanjutkan perang melawan narkoba di tengah pandemi.

Pada 19 Mei 2020, di bawah komando Brigjen. Jenderal Ferdy Sambo dan Senator Com. Herry Heryawan, anggota Satuan Tugas Khusus Merah Putih Kepolisian menyita 821 kilogram kristal sabu di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Pada 4 Juni 2020, penggerebekan obat bius di Provinsi Banten membantu mengungkap kasus lain yang melibatkan penyelundupan 402,38 kilogram kristal metamfetamin dari wilayah Timur Tengah ke Indonesia di atas kapal penangkap ikan yang disewa. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar