![]() |
| Indonesia mendesak tindakan tegas terhadap kekerasan yang dipicu ras |
ASLIKARTU - Indonesia menuntut tindakan tegas untuk diambil terhadap kekerasan yang dipicu oleh ras selama debat mendesak tentang rasisme yang diselenggarakan oleh Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss. Agen Poker
Debat mendesak tentang "pelanggaran hak asasi manusia yang diinspirasi oleh ras, rasisme sistematis, kebrutalan polisi dan kekerasan terhadap protes damai" diadakan pada hari Rabu atas permintaan negara-negara Afrika di tengah meningkatnya kekerasan rasial di Amerika Serikat (AS), khususnya kematian George Floyd, seorang Afrika-Amerika, yang memicu protes besar-besaran di seluruh AS dan menarik perhatian dunia.
Duta Besar Hasan Kleib, perwakilan tetap Indonesia untuk PBB, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional lainnya, menyuarakan keprihatinannya atas tindakan kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama yang disebabkan oleh meningkatnya kebencian rasial atau berbasis kebencian. kejahatan
Kleib mengajukan saran kepada Dewan Hak Asasi Manusia dan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia untuk meningkatkan kerja sama untuk mengakhiri diskriminasi rasial dan kekerasan selama proses penegakan hukum, Misi Permanen Indonesia di Jenewa mencatat dalam sebuah pernyataan di sini pada hari Kamis.
Tindakan yang diusulkan oleh Indonesia mencakup rasa hormat dan toleransi terhadap perbedaan ras dan etnis di tingkat masyarakat; memperkuat budaya hukum dan akuntabilitas lembaga hukum; dan pendidikan tentang hak asasi manusia di lembaga pendidikan untuk polisi dan penegak hukum lainnya dengan melibatkan Komisi Hak Asasi Manusia Nasional atau lembaga negara terkait lainnya.
Selain berbicara atas nama Indonesia, Kleib juga menyampaikan pernyataan bersama atas nama Kelompok Inti dari Konvensi Menentang Penyiksaan Inisiatif (CTI).
Mewakili negara-negara CTI, Indonesia mendesak agar tidak ada toleransi terhadap rasisme dan diskriminasi dan memberikan perhatian pada pentingnya kebijakan penegakan hukum yang berorientasi pada orang dan berorientasi pada pencegahan kekerasan.
Kebijakan luar negeri Indonesia selalu berpusat pada anti-rasisme sejak lahirnya Republik Indonesia.
Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, telah membangun kesadaran dengan negara-negara Asia-Afrika terhadap praktik kolonialisme melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955.
KAA menghasilkan Deklarasi Bandung, di mana salah satu ajarannya menyerukan penghapusan rasisme.
"Di bawah semangat Deklarasi Bandung, diplomasi hak asasi manusia Indonesia tentu terus mengambil langkah tegas untuk menghilangkan semua bentuk diskriminasi di semua lini," kata Duta Besar Kleib.
Sebagai negara multi-etnis dan multiras, Indonesia akan terus berusaha untuk memajukan semangat anti-rasisme sebagai salah satu pilar pemersatu di antara negara-negara berkembang.
Dalam debat yang mendesak, Dewan Hak Asasi Manusia PBB juga mendengar pesan video dari Philonise Floyd, adik George Floyd, yang mendukung Dewan Hak Asasi Manusia untuk membentuk komisi penyelidikan untuk pembunuhan orang kulit hitam oleh polisi di AS. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar