![]() |
| Jawa Tengah: Pemerintah, para ulama mempertimbangkan protokol normal baru untuk masjid |
ASLIKARTU - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertemu dengan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, di sini pada hari Rabu untuk membahas protokol normal baru untuk masjid. Agen Poker
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
"Ulama di Provinsi Jawa Tengah (telah) memprakarsai (diskusi) untuk merumuskan bagaimana protokol normal baru (akan) ditegakkan kemudian. Saat ini, banyak warga telah bertanya kepada kami tentang kapan normal baru di tengah pandemi COVID-19 dapat ditegakkan, "kata Ganjar Pranowo.
Menanggapi pertanyaan, ia mengatakan situasi normal baru akan ditegakkan jika kurva coronavirus baru merata. "Jadi, sekarang, kita harus siap untuk itu," tambahnya.
Ketua MUI (Jawa Tengah bab), KH Ahmad Darodji, mengatakan umat Islam setempat sangat tertarik untuk melakukan sholat Jumat di masjid-masjid, sementara siswa Muslim bersemangat untuk kembali ke sekolah asrama Islam mereka. Namun, semua orang harus mematuhi aturan, tambahnya.
Sebelumnya, pada hari Selasa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengadakan diskusi dengan delapan pemimpin lintas agama yang mewakili Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konfusianisme mengenai penerapan normal baru.
Pada pertemuan yang diadakan di Istana Merdeka di sini, Presiden Jokowi meminta pendapat dari para pemimpin antaragama tentang penerapan aturan normal baru di rumah-rumah ibadah setelah pandemi COVID-19.
Didampingi oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sekretaris Negara Pratikno, Presiden Jokowi menekankan bahwa wabah COVID-19 bukan semata-mata masalah kesehatan masyarakat, dan telah memiliki dampak sosial-ekonomi pada masyarakat karena dampaknya yang luas pada sektor lain dari kehidupan.
Pemimpin antaragama Helmi Faishal Zaini dari Nahdlatul Ulama (NU), Abdul Mu'ti dari Muhammadiyah, KH. Muhyiddin Junaidi dari Majelis Ulama Indonesia, Pdt. Gomar Gultom dari PGI, dan Ignatius Kardinal Suharyo dari KWI menghadiri pertemuan dengan Presiden Jokowi.
Pada pertemuan tersebut, Wisnu Bawa Tenaya mewakili Dewan Hindu Indonesia (PHDI), sementara Arief Harsono mewakili Asosiasi Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Xs. Budi Santoso Tanuwibowo, Dewan Tinggi Konfusianisme Indonesia (Matakin).
Penyakit coronavirus awalnya menyerang kota Wuhan di Cina pada akhir 2019, dan telah menyebar ke setidaknya 202 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, dengan lonjakan besar dalam jumlah kematian.
Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan kasus yang dikonfirmasi pertama di negara itu pada 2 Maret tahun ini.
Untuk menahan penyebaran infeksi di antara anggota masyarakat, siswa diminta untuk belajar dari rumah, dan jamaah diminta untuk melakukan kegiatan keagamaan di rumah. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar