Kamis, 25 Juni 2020

Polisi menyita 159 kg narkoba, kemungkinan diselundupkan dari Tiongkok

Polisi menyita 159 kg narkoba, kemungkinan diselundupkan dari Tiongkok
Polisi menyita 159 kg narkoba, kemungkinan diselundupkan dari Tiongkok

ASLIKARTU - Polisi Nasional Indonesia dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan telah menyita 159 kilogram kristal metamfetamin dalam serangkaian penggerebekan dan menangkap lima tersangka kurir narkoba. Agen Poker

Polisi percaya obat-obatan itu diselundupkan ke Indonesia dari Tiongkok.

Penggerebekan narkoba yang sukses dimulai dengan penangkapan seorang wanita, yang diidentifikasi dengan inisial namanya sebagai ES, dari gudang bengkel las di desa Pulo Asem di lingkungan Babelan Kota, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada 27 Mei 2020, kepala Departemen Investigasi Kriminal Kepolisian Nasional, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis di Jakarta.

Wanita itu ketahuan menerima paket kristal meth 35 kg, baru-baru ini diangkut dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, tambahnya. Penangkapannya menyebabkan penyidik ​​polisi mengungkap raket narkoba.

Pada 18 Juni 2020, penyidik ​​kepolisian Riau menangkap tersangka lain, yang diidentifikasi dengan inisialnya sebagai SD, dengan 5 kilogram met kristal, 3.000 pil ekstasi, dan 300 pil erimin-5, juga dikenal sebagai Happy Five.

Agen Domino

"Kami juga mendapat tip tentang hubungan tersangka dengan Mr X di Malaysia. Mr X ini memiliki seorang penghubung, hanya diidentifikasi sebagai A, yang saat ini menjalani hukuman penjara," kata Prabowo, menambahkan bahwa obat-obatan itu diselundupkan dari kapal. untuk mengirim.

Pada 21 Juni 2020, sebuah kapal berbendera Indonesia yang membawa 119 kg kristal met dihentikan oleh personel Operasi Halilintar di perairan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, yang menyebabkan penangkapan tiga kurir narkoba, yang diidentifikasi sebagai AS, SY, dan IR.

Para tersangka mengatakan kepada penyelidik bahwa mereka telah menerima paket obat dari seorang warga negara Malaysia yang menaiki sebuah kapal di perairan Batu Putih, Malaysia. Kurir Indonesia kemudian membawa paket dengan kapal ke perairan Aceh Timur, kata Prabowo.

Penggerebekan obat-obatan tersebut mengakibatkan penyitaan 159 kg kristal met, 3.000 pil ekstasi, dan 300 pil Happy Five, serta timbangan, sembilan ponsel cerdas, uang tunai Rp1,6 juta, kapal, dan telepon satelit.

Polisi percaya bahwa shabu mungkin telah diselundupkan dari Tiongkok melalui Thailand dan Malaysia ke Indonesia. Dari Malaysia, obat-obatan itu diselundupkan ke Aceh melalui jalur laut dan diangkut dengan truk ke Pekanbaru di Pulau Sumatra, kata Prabowo.

Dari Pekanbaru, obat-obatan disembunyikan di antara komoditas makanan pokok dan diangkut ke daerah metropolitan Jakarta, tambahnya. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar