![]() |
| Program Tapera pemerintah akan ditambahkan beban pada tenaga kerja: KSPSI |
ASLIKARTU - Program tabungan perumahan umum terbaru pemerintah (Tapera), yang mewajibkan karyawan dan pengusaha untuk berkontribusi pada skema pinjaman hipotek wajib, dapat meningkatkan kepemilikan rumah pekerja meskipun dapat "membebani mereka", kata sebuah serikat pekerja. Agen Poker
"Biaya wajib Tapera akan menjadi beban tambahan bagi pekerja, karena mereka harus membayar iuran lain setiap bulan. Jika semuanya dihitung, akan dibutuhkan lebih dari delapan persen dari total gaji bulanan mereka," Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mencatat dalam sebuah pernyataan, di sini, Sabtu.
Wea, ketua konfederasi serikat pekerja di negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), mencatat bahwa sebelum skema pinjaman hipotek wajib, gaji pekerja dipotong untuk dana pensiun yang mengambil setidaknya empat persen dari jumlah total, perawatan kesehatan nasional dan sosial. BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan
Sementara itu, pemerintah mewajibkan pengusaha dan pekerja untuk berkontribusi setidaknya 3,5 persen dari gaji bulanan mereka ke skema pinjaman hipotek wajib. Pinjaman akan dibagi menjadi 2,5 persen untuk dibayar oleh pekerja, sementara satu persen lainnya oleh perusahaan.
"Pengurangan lain akan memberatkan kita," dia menekankan.
Alih-alih memaksakan skema pinjaman hipotek wajib, Wea menyarankan itu harus dilaksanakan secara sukarela di antara pekerja.
"Tapera (program perumahan umum) harus opsional. (Pemerintah) tidak boleh menegakkannya melalui undang-undang," katanya.
Ketua serikat pekerja berpendapat bahwa program tersebut harus semata-mata menargetkan mereka yang berjuang untuk memiliki rumah. Oleh karena itu, skema pinjaman tidak boleh diterapkan pada mereka yang sudah memiliki properti.
Bulan ini, Presiden Joko Widodo menandatangani peraturan penghematan perumahan umum yang berlaku untuk pegawai negeri dan anggota polisi dan militer, diikuti oleh karyawan di perusahaan milik negara dan sektor swasta.
Badan pengelola tabungan perumahan umum (BP Tapera) telah menargetkan untuk mengumpulkan setidaknya 13 juta anggota lima tahun setelah program pertama kali dilaksanakan. Agen Sakong








0 komentar:
Posting Komentar