Selasa, 28 Juli 2020

Klaster COVID-19 meningkat di kantor-kantor pemerintahan karena kurangnya kesadaran: Menteri

Klaster COVID-19 meningkat di kantor-kantor pemerintahan karena kurangnya kesadaran: Menteri
Klaster COVID-19 meningkat di kantor-kantor pemerintahan karena kurangnya kesadaran: Menteri

ASLIKARTU - Kurangnya kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan telah menyebabkan penularan COVID-19 yang tinggi di antara karyawan di kantor pemerintah, kata Menteri Reformasi Administrasi dan Birokrasi Tjahjo Kumolo. Agen Poker

"Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, kluster [COVID-19] tertinggi di antara kantor-kantor terdiri dari pegawai negeri," katanya, Selasa.

Pemerintah sebenarnya telah memperingatkan pegawai negeri untuk menerapkan protokol kesehatan - seperti memakai topeng, menjaga jarak sosial dan kebersihan yang baik - melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh kantornya pada bulan Mei, kata Tjahjo.

"Namun, pengawasan implementasi masih kurang sejauh ini," tambahnya.

Banyak pegawai negeri masih terlihat tanpa topeng dan berkumpul tanpa jarak sosial saat bekerja di kantor, kata Tjahjo, menambahkan bahwa banyak kantor juga belum menyesuaikan sirkulasi udara di gedung mereka.

Menteri kemudian memanggil pihak berwenang untuk menerapkan pengawasan ketat karena ia mengimbau agar pegawai negeri sipil lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Dia juga menyarankan bahwa kantor harus menginstruksikan karyawannya untuk bekerja dari rumah jika ada pekerja yang dikontrak COVID-19.

Agen Domino

Gugus tugas COVID-19 Nasional baru-baru ini mengungkapkan bahwa gedung perkantoran telah muncul sebagai kelompok baru penularan virus corona di negara ini, terutama di dalam gedung yang tidak memiliki ventilasi atau ruang untuk jarak sosial.

Di Jakarta saja, 68 cluster kantor yang berbeda telah ditemukan pada 26 Juli, yang meliputi bangunan milik lembaga publik, kementerian dan perusahaan milik negara, di antara tempat-tempat lain, menurut data dari Dinas Kesehatan Jakarta yang dikumpulkan oleh satuan tugas.

Kluster infeksi di antara karyawan juga muncul di daerah lain, seperti di kantor pemerintah di Kalimantan Timur dan perusahaan media di Surabaya, Jawa Timur.

Tjahjo juga mengulangi saran pemerintah agar karyawan bekerja dengan aman di kantor selama pandemi, termasuk menghindari pertemuan, menahan diri untuk tidak menyediakan makanan ringan atau minuman selama rapat apa pun yang diadakan dan membatasi rapat-rapat ini hingga durasi 30 menit maksimal jika diperlukan, kompas. com melaporkan. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar