Selasa, 21 Juli 2020

Pemerintah meresmikan pabrik Java yang mampu menghasilkan bahan bakar dari limbah

Pemerintah meresmikan pabrik Java yang mampu menghasilkan bahan bakar dari limbah
Pemerintah meresmikan pabrik Java yang mampu menghasilkan bahan bakar dari limbah

ASLIKARTU - Pemerintah meresmikan pada hari Senin sebuah fasilitas untuk memproduksi bahan bakar yang berasal dari sampah (RDF), bahan bakar yang terbuat dari berbagai jenis limbah, di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan pengelolaan limbah Indonesia dan mempercepat transisi negara ke energi terbarukan . Agen Poker

Fasilitas senilai Rp90 miliar (US $ 6,09 juta), yang pertama dari jenisnya di Indonesia, adalah hasil dari perjanjian kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kedutaan Besar Denmark, pemerintah daerah, dan bangunan publik. produsen bahan PT Solusi Bangun Indonesia.

Fasilitas RDF juga merupakan proyek percontohan untuk meningkatkan pengelolaan limbah Indonesia, kata Menteri Koordinator Kelautan dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kami membutuhkan terobosan dalam pengelolaan limbah untuk mengurangi ketergantungan kota atau kabupaten pada tempat pembuangan akhir [TPA], yang telah lama menjadi masalah baik di bidang lingkungan dan sosial," Luhut dikutip dalam sebuah pernyataan mengatakan pada hari Senin.

Agen Domino

Solusi Bangun Indonesia, yang mengoperasikan empat pabrik semen di seluruh negeri, termasuk di Cilacap, berencana untuk memproduksi 50 ton RDF dari 120 ton sampah setiap hari. Perusahaan akan menggunakan bahan bakar sebagai alternatif batubara untuk memberi daya pada pabrik semennya.

Indonesia, kontributor polutan plastik terbesar kedua di dunia di lautan, telah bekerja untuk menyelesaikan masalah limbahnya.

Menurut Penilaian Cepat Indonesia Hot Debots Hotspots Bank Dunia, 20 persen dari sampah plastik negara berakhir di sungai dan perairan pantai.

Pemerintah berencana untuk mengurangi puing-puing plastik laut negara itu sebesar 70 persen antara tahun 2020 dan 2025 dan menjadi bebas dari polusi plastik pada tahun 2040.

Nani Hendiarti, Kantor Deputi Menteri Kelautan dan Koordinator Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengatakan fasilitas baru itu akan membuka peluang bisnis pengelolaan limbah untuk individu dan perusahaan.

“Kami berharap fasilitas RDF ini akan mengalihkan pengelolaan limbah dari beban biaya ke model bisnis yang dapat menciptakan kegiatan ekonomi, di mana masyarakat dapat berkontribusi untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan di Indonesia,” kata Nani.

Sumber bahan bakar alternatif juga dapat digunakan untuk menggantikan batubara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), kata kementerian itu pada hari Senin

Pemerintah juga berencana untuk bermitra dengan PT Indonesia Power, anak perusahaan perusahaan listrik milik negara PLN, untuk menggunakan bahan bakar alternatif di pembangkit listrik. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar