![]() |
| Potensi ekonomi Idul Adha berkurang tahun ini karena COVID-19: Menteri |
ASLIKARTU - Pandemi COVID-19 telah meredam mental ekonomi yang biasanya dipicu oleh penjualan dan penyembelihan hewan ternak untuk Idul Adha (Hari Pengorbanan), kata Menteri Agama Fachrul Razi. Agen Poker
Mengutip survei oleh lembaga studi Pembangunan dan Studi Islam Indonesia, menteri mengatakan bahwa tahun lalu Rp 28,4 triliun (US $ 1,9 miliar) dalam penjualan ternak kurban dicatat, setara dengan 181.000 ton daging, dengan 3,5 juta orang berpartisipasi dalam ritual .
Sementara itu, mengingat risiko penularan COVID-19, jumlah peserta tahun ini diprediksi turun menjadi 2,3 juta orang, dengan penjualan diperkirakan Rp20,5 triliun.
Agen Domino
"Penjualan ternak kurban membutuhkan manajemen yang terencana dan dapat dipercaya untuk menambah kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi impor daging dan memberdayakan petani lokal dengan tujuan menjadi swasembada dalam produksi daging halal," kata Fachrul, Rabu, seperti dikutip oleh kompas.com.
Selama Idul Adha, umat Islam yang mampu membelinya didorong untuk melakukan qurban (pengorbanan) di mana mereka membeli sapi, domba atau kambing untuk disembelih, dengan daging didistribusikan kepada orang miskin dan membutuhkan.
Fachrul menambahkan bahwa ritual itu membantu meningkatkan konsumsi daging, dengan tingkat konsumsi daging Indonesia saat ini lebih rendah daripada negara-negara tetangga, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.
"Konsumsi daging di Indonesia sekitar 2,6 kilogram per kapita, sementara di negara lain sekitar 4,5 kilogram per kapita," katanya. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar