Minggu, 12 Juli 2020

Terserang Demam Afrika, Sebanyak 878 Babi di Palembang Mati

   Virus Demam Babi Afrika: Peternak Menjerit, Warga Sumut Demo

ASLIKARTU  -  Sebanyak 878 ekor babi mendadak mati di Kota Palembang karena terserang Africa Swine Faver atau Demam Babi Afrika. Hal tersebut diketahui dari hasil pemeriksaan salah satu sampel yang dikirim ke Balai Veteriner Lampung. AGEN DOMINO

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang, drh Jafrizal mengatakan sudah positif untuk daging (sampel) yang dijual dipasar, kalau di kandang sudah tidak ditemukan lagi.

Menurutnya meski mungkin sudah ada yang dikonsumsi oleh warga, daging babi tersebut tetap aman karena jenis penyakit itu hanya menular dari hewan yang sakit ke hewan lainnya, serta belum pernah terbukti menular ke manusia.

Sebelumnya pada akhir Mei 2020, ratusan babi milik peternak di kawasan Talang Buruk Palembang mati mendadak dengan gejala demam tinggi dan merah pada kulit, namun ternyata kasus tersebut sudah terjadi sejak Maret dan total terdapat 878 ekor babi yang mati.

                    AGEN POKER ONLINE

Selain menyelidiki kematian babi yang baru pertama kalimati terjadi kota Palembang itu, pihaknya juga menyebut masuknya ratusan babi tersebut ilegal, karena tidak memiliki izin dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sumsel.

Drh Jafrizal mengatakan seharuanya ada izin masuk dari DPKP Sumsel dan surat kesehatan hewan dari daerah asal, sebab babi-babi ini datangnya dari provinsi lain.

Atas adanya temuan positif dan ilegal tersebut, Pemkot Palembang akan melakukan pembinaan pedagang dan pemasok agar memperhatikan masalah administrasi terkait izin masuk surat kesehatan hewan.

Untuk itu pihaknya juga akan meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan ternak, meningkatkan usaha disinfektan dan biosecurity di tempat penampungan dan kandang.

0 komentar:

Posting Komentar