Senin, 03 Agustus 2020

Banyak orang Indonesia muak dengan dinasti politik: survei 'Kompas'

Banyak orang Indonesia muak dengan dinasti politik: survei 'Kompas'
Banyak orang Indonesia muak dengan dinasti politik: survei 'Kompas'

ASLIKARTU - Banyak orang Indonesia sudah muak dengan dinasti politik yang berkembang di Indonesia, sebuah survei baru-baru ini oleh Departemen Riset dan Pengembangan harian Kompas telah mengungkapkan. Agen Poker

Hampir 61 persen dari total 553 responden yang disurvei mengatakan mereka tidak menyukai gagasan anggota keluarga pemimpin politik yang mencalonkan diri untuk jabatan kepala daerah.

Sekitar 28 persen dari mereka menganggap dinasti politik sebagai praktik normal dan bagian dari proses demokrasi di Indonesia, demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Sisanya 11 persen mengatakan mereka tidak tahu apa arti sebenarnya dinasti politik, menurut hasil survei yang dikutip oleh kompas.com.

Survei, yang dilakukan melalui wawancara telepon dari 27 Juli hingga 29 Juli, lebih lanjut mengungkapkan bahwa 58 persen dari peserta menginginkan peraturan untuk membatasi atau sama sekali melarang anggota keluarga pejabat publik untuk ikut serta dalam pemilihan daerah.

Sekitar 35,8 persen dari mereka tidak setuju dengan peraturan tersebut, sementara 6,2 persen memilih untuk abstain.

Upaya untuk membatasi pertumbuhan dinasti politik telah terjadi di masa lalu. Pada 2015, misalnya, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan UU Pemilu Daerah, yang melarang anggota keluarga petahana untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

Agen Domino

Namun, undang-undang tersebut kemudian dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi, yang menyatakan bahwa kesempatan yang sama perlu dipertahankan untuk semua.

Wacana publik mengenai dinasti politik semakin meningkat baru-baru ini setelah sejumlah kandidat yang sangat terhubung mengumumkan keputusan mereka untuk ikut serta dalam pemilihan regional simultan 2020 mendatang.

Presiden Joko "Jokowi" putra Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan menantu Bobby Nasution, misalnya, masing-masing mencalonkan diri sebagai wakil walikota Surakarta dan walikota Medan, sedangkan putri keempat Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah, bergabung dengan ras walikota Tangerang Selatan.

Namun, para kandidat membantah tuduhan bahwa mereka sedang membangun dinasti politik di negara ini.

Lembaga think tank yang bermarkas di Jakarta, Nagara Institute, baru-baru ini mengatakan bahwa dinasti-dinasti politik tampaknya telah berkembang biak dalam tiga pemilihan regional serentak yang terbaru, pada 2015, 2017 dan 2018. Setidaknya 80 daerah, yang berjumlah hampir 15 persen dari jumlah total, terpapar oleh dinasti politik selama periode.

Direktur eksekutif Nagara Akbar Faizal mengatakan temuan itu merupakan indikasi kuat dari masalah dalam sistem rekrutmen partai politik dan bahwa oligarki dalam partai politik, sebagaimana tercermin dalam penguatan dinasti politik, akan berdampak buruk terhadap demokrasi. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar