Jumat, 07 Agustus 2020

Mantan mahasiswa ditangkap karena 'perbudakan mumifikasi', pelecehan seksual

Mantan mahasiswa ditangkap karena 'perbudakan mumifikasi', pelecehan seksual
Mantan mahasiswa ditangkap karena 'perbudakan mumifikasi', pelecehan seksual

ASLIKARTU - Polisi di Surabaya, Jawa Timur, menahan mantan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap banyak korban setelah mengelabui mereka agar membantunya melakukan "penelitian" akademis. Agen Poker

Tersangka, yang diidentifikasi hanya sebagai Gilang, ditangkap pada Kamis di Kapuas, Kalimantan Tengah, bekerja sama dengan personel polisi setempat, Kepala Satuan Reserse Mobile Polres Surabaya, First. Insp. Aris Risky, kata.

"[Gilang] diangkut ke Surabaya pagi ini setelah menjalani rapid test COVID-19 di RSUD Kapuas," kata Aris seperti dikutip kompas.com, Jumat.

Setidaknya tiga orang telah melaporkan Gilang ke polisi. Petugas telah memeriksa mereka dan beberapa saksi lainnya serta menggerebek rumah kosnya untuk mengumpulkan beberapa barang miliknya sebagai barang bukti, kata Aris.

Gilang saat ini berada dalam tahanan Polda Surabaya untuk diperiksa secara intensif terkait tuduhan tersebut, tambahnya.

Kasus ini mendapat perhatian nasional baru-baru ini setelah beberapa korban melalui Twitter membagikan akun mereka tentang penipuan Gilang untuk melakukan tindakan yang dikenal sebagai "mumifikasi perbudakan" dengan dalih penelitian akademis.

Agen Domino

Seorang pengguna dengan pegangan @m_fikris menulis bahwa ia dan temannya setuju untuk berpartisipasi dalam "penelitian" tesis Gilang tentang "pembungkus" pada bulan Juli setelah Gilang terus-menerus memohon padanya, dengan mengatakan ia berisiko gagal studinya karena tidak menyelesaikan tesisnya. Gilang berada di tahun kelima di universitas.

Gilang mengirim instruksi kepada @m_fikris dan temannya untuk bergiliran menutupi tubuh masing-masing, termasuk mulut dan mata mereka, dengan lakban. Dia juga menginstruksikan mereka untuk membungkus tubuh mereka dengan jarik (kain tradisional Jawa) dan kemudian meminta mereka untuk mencatat prosesnya dan mengirimkan rekamannya sesudahnya.

Korban lain yang berbicara kepada The Jakarta Post mengatakan bahwa ketika mereka sama-sama mahasiswa baru, Gilang telah membiusnya, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut, dan meraba-raba saat dia tidur di rumah kos Gilang setelah acara universitas pada tahun 2015. "Saya dihadapkan [Gilang] keesokan harinya, dan dia mengakui semua perbuatannya, ”kata korban.

Pada hari Rabu, Unair mengumumkan secara resmi telah mengeluarkan Gilang dari Fakultas Ilmu Budaya universitas tersebut karena penyelidikan menemukan bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap para korban. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar