Sabtu, 19 September 2020

COVID-19 memengaruhi pemilihan daerah

COVID-19 memengaruhi pemilihan daerah


ASLIKARTU - Tahun 2020 ditetapkan untuk menjadi salah satu kontes politik, dengan tokoh-tokoh daerah di seluruh Indonesia bersiap untuk Pilkada, tetapi pandemi COVID-19 telah membuat suara di roda pemilihan. Agen Poker


Pandemi telah mengganggu persiapan pemungutan suara sejak dimulainya.


Pada Mei lalu, saat total kasus COVID-19 sudah menembus angka 16 ribu, dua kali lipat dari sebulan sebelumnya, pemerintah pusat telah mengeluarkan peraturan untuk menunda pilkada serentak.


Presiden Joko Widodo telah menandatangani Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk mengatur penundaan pemungutan suara 23 September yang dijadwalkan, dengan waktu pergantian yang pasti akan ditentukan kemudian.


“Pemungutan suara serentak pada September 2020 tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal karena bencana nasional pandemi COVID-19,” demikian penjelasan yang diatur dalam Pasal 201A ayat (1) undang-undang tersebut.


“Pemungutan suara serentak yang ditunda, sebagaimana tertulis pada ayat (1), akan dilakukan (dilaksanakan) pada Desember 2020,” dikutip dari Pasal 201A, Ayat (2).


Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemudian melanjutkan proses pemungutan suara dengan membentuk panitia pemilihan kepala daerah pada pertengahan Juni, yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2020, yang juga memberikan jadwal baru pemilu "di tengah COVID-19".

Agen Domino

Penduduk seluruh Indonesia akan memberikan suara pada 9 Desember 2020, dengan sebanyak 270 daerah, terdiri dari sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota akan melakukan pemungutan suara.


Menerapkan protokol kesehatan yang ketat sepertinya menjadi satu-satunya cara untuk lolos dari pemilu.


“KPU sudah mengeluarkan aturan yang menjabarkan protokol kesehatan untuk setiap tahapan proses,” kata Ketua KPU Arief Budiman pada akhir Agustus, sambil memastikan bahwa staf pemilu, calon, dan pemilih akan diminta untuk mengikuti aturan tersebut.


Protokol kesehatan mencakup tes cepat untuk semua anggota staf, termasuk mereka yang saat ini sedang memperbarui informasi pemilih di lapangan; membatasi calon person-in-team saat mereka mendaftarkan diri; serta beberapa prosedur untuk konstituen selama pemungutan suara di tempat.


Beberapa simulasi aturan cuci tangan, pakai masker, dan menjaga jarak aman dilakukan KPU di berbagai tempat.


“Alhamdulillah. Lebih baik mencegah, antisipasi. Tapi, mungkin nanti (aturan) bisa diterapkan lebih ketat, agar kita (bisa) terhindar dari penyebaran (virus corona),” Endang salah satu peserta simulasi pencoblosan. di Tangerang, Banten, kata. Agen Sakong

 

0 komentar:

Posting Komentar