![]() |
| Indonesia mempercepat pengembangan vaksin COVID-19 |
ASLIKARTU - Hampir setiap negara di dunia, termasuk Indonesia, berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksinnya sendiri atau mendapatkan vaksin impor untuk mengalahkan COVID-19 yang telah memicu krisis ekonomi dan kesehatan global. Agen Poker
Indonesia sangat ingin mendapatkan vaksin paling awal, oleh karena itu Presiden Joko Widodo dikabarkan telah mengarahkan tim peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk mempercepat uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac yang berbasis di China.
Para peneliti telah diminta untuk menyediakan vaksin dalam tiga bulan, bukan enam bulan, sesuai dengan prosedur standar.
“Arahan Bapak Presiden adalah mengupayakan percepatan ketersediaan vaksin corona ini, jika memungkinkan, dalam waktu tiga bulan,” kata Kusnandi Rusmil selaku ketua tim peneliti merangkap koordinator uji klinis vaksin COVID-19 kepada pers usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan pada 21 Juli 2020.
Namun, kata Kusnandi, tidak mungkin bisa mempercepat uji klinis dan menyelesaikannya dalam tiga bulan karena tim peneliti harus bekerja dengan sangat hati-hati dan baik saat melakukan pengujian yang diharapkan selesai pada Januari 2021.
Presiden Jokowi dikenal cepat bekerja dan kerap meminta bawahannya melancarkan pekerjaan. Dia sering menegaskan bahwa persaingan global sekarang bukan antara negara besar dan kecil, atau negara kaya dan miskin, mengatakan negara yang bekerja cepat akan mengalahkan yang lambat.
Mungkin karena itulah, ia membentuk beberapa tim untuk kelancaran program-programnya, seperti Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) tahun 2016.
Setelah kasus COVID-19 pertama yang dikonfirmasi di negara itu diumumkan pada 2 Maret 2020, Presiden membentuk Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pada 14 Maret 2020.
Pada 8 September 2020, pemerintah membentuk Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19 dan melantik Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai ketua tim pengarahnya.
Agen Domino
Susunan Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin COVID-19 telah ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2020, tertanggal 3 September 2020. Tim tersebut akan berfungsi hingga 31 Desember 2021, demikian menurut Wiku Adisasmito, juru bicara Kementerian Luar Negeri. Satgas COVID-19.
“Semua komponen (tim) harus bisa bekerja dan bersinergi waktu, itu tidak lama, dan benar-benar harus menyelesaikan tugasnya pada akhir tahun 2021,” imbuhnya.
Anggota tim pengarah antara lain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.
Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro ditugaskan memimpin penanggung jawab tim, dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sebagai Wakil Ketua I dan Menteri Badan Usaha Milik Negara. Erick Thohir sebagai Wakil Ketua II.
Anggota tim itu antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny Kusumastuti Lukito.
Tim tersebut memiliki empat tujuan, yaitu mempercepat pengembangan vaksin COVID-19 di Indonesia; mewujudkan ketahanan dan kemandirian nasional dalam mengembangkan vaksin COVID-19; mengintensifkan sinergi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan iptek, serta invensi dan inovasi, produksi, distribusi, dan penggunaan atau pemanfaatan vaksin COVID-19 antara pemerintah dengan lembaga iptek, sebagai serta sumber daya iptek dalam pengembangan vaksin COVID-19; dan, melakukan persiapan, mengupayakan pemanfaatan, dan peningkatan kapasitas, serta meningkatkan kapasitas nasional untuk pengembangan vaksin COVID-19.
Saat ini, Indonesia sedang mengupayakan untuk mendapatkan vaksin tersebut melalui dua cara yaitu mengembangkan vaksin asli yang diberi nama bendera nasional, Merah Putih, dan mengimpor vaksin bekerja sama dengan negara atau lembaga asing.
Jokowi mendesak Tim Vaksin Merah Putih untuk bekerja secepatnya mengembangkan vaksin COVID-19 yang saat ini sedang diteliti.
Institut Eijkman sedang mengembangkan Vaksin Merah Putih menggunakan platform protein rekombinan. Proses pengembangan bibit vaksin di laboratorium sudah 50 persen selesai.
Targetnya, uji coba vaksin pada hewan bisa tuntas akhir tahun ini, kata Bambang Brodjonegoro, ketua tim yang menangani pengembangan vaksin Merah Putih.
“Dengan demikian, awal tahun depan sekitar Januari nanti, Lembaga Eijkman dapat menyerahkan benih vaksin kepada PT Bio Farma untuk formulasi produksi dalam rangka uji klinis, yang terdiri dari uji klinis tahap 1, 2, dan 3,” ujarnya.
Setelah uji klinis selesai dan Food and Drug Administration menyatakan vaksin tersebut aman digunakan dan cocok untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap COVID-19, Bio Farma akan memulai produksi massal vaksin tersebut.
“Diperkirakan pada kuartal keempat 2021, vaksin akan diproduksi dalam jumlah banyak dan melengkapi vaksin COVID-19 yang awalnya akan diimpor dengan kerjasama pihak asing, terutama dengan Sinovac China dan G42 Uni Emirat Arab. Proses vaksinasi diharapkan bisa segera dilakukan, ”kata Menkeu.
Menurut Airlangga Hartarto, Indonesia akan menerima 30 juta dosis vaksin COVID-19 pada triwulan IV (Q4) tahun 2020, sehingga imunisasi dapat dimulai pada triwulan I tahun 2021.
Hartarto, yang merangkap Ketua Panitia Penanganan COVID-19 dan National Economic Recovery (PEN), menyatakan pemerintah menargetkan Indonesia sudah bisa mengakses antara 250 juta hingga 300 juta dosis vaksin COVID-19 pada tahun depan. .
Menteri menjelaskan target tersebut akan tercapai dengan mendapatkan vaksin dari 10 sumber, antara lain Sinovac, G-42 / Wuhan Institute Biological Products / Sinopharm, AstraZeneca, GAVI / CEPI, dan CanSino Biological Inc./Beijing Institute Technology.
Vaksin dari GAVI / CEPI diperkirakan harganya lebih murah sekitar US $ 3 hingga US $ 5, sedangkan vaksin Sinovac diproyeksikan harganya antara US $ 10 hingga US $ 20, ungkapnya.
Vaksin juga akan bersumber dari BioNTech / Fosun Pharma / Pfizer, Modena / NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases), Acturus Therapeutics / Duke-NUS, dan Genexine Korea.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara dan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, telah menggantungkan harapan pada produksi vaksin Merah Putih mulai tahun 2022.
Menkeu menyampaikan keyakinan dengan produksi vaksin Merah Putih, Indonesia tidak perlu lagi mengandalkan produksi dari luar negeri.
Ketersediaan vaksin COVID-19 pada awal tahun 2021 diharapkan dapat membantu perekonomian Indonesia pulih paling lambat pada pertengahan tahun 2021. Ketika masyarakat sehat, perekonomian juga akan sehat. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar