![]() |
| Indonesia mendesak DK PBB untuk bersiap menghadapi tantangan keamanan |
ASLIKARTU - Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Mahendra Siregar memperingatkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap potensi gangguan ekonomi dan sosial yang dapat memicu konflik di beberapa negara setelah pandemi COVID-19. Agen Poker
Hal itu diungkapkan Siregar dalam pertemuan tingkat tinggi DK PBB tentang tata kelola global pasca-COVID-19 yang diadakan secara online pada Kamis (24/9).
Pada pertemuan tersebut, menteri menjelaskan tiga poin utama untuk menanggapi tantangan global yang terus meningkat sebagai bagian dari upaya untuk menjaga perdamaian global pasca-COVID-19, menurut situs resmi Kementerian Luar Negeri.
Area fokus pertama adalah bahwa DK PBB harus terus mengawasi pelaksanaan komitmen gencatan senjata, termasuk Rencana Tanggap Kemanusiaan Global dan Resolusi DK PBB 2532.
Untuk itu, Siregar menekankan pentingnya penguatan dukungan bagi misi perdamaian PBB untuk mengatasi dampak pandemi COVID-19 di lapangan, terutama terkait bantuan kemanusiaan dan pembangunan perdamaian.
Agen Domino
Kedua, DK PBB harus menanggapi perubahan terbaru dalam situasi keamanan internasional setelah pandemi COVID-19. DK PBB diberi mandat untuk tetap responsif, adaptif, dan berpusat pada hasil untuk mengatasi tantangan keamanan internasional pada periode pasca-COVID-19, jelasnya.
“Pandemi berpotensi mempercepat fragmentasi dan perubahan tatanan global. Di pihaknya, PBB harus dapat meningkatkan relevansinya. Sistem PBB harus mampu meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas, terutama dalam menciptakan akses terhadap obat-obatan dan vaksin dengan harga terjangkau, ”tegasnya.
Menkeu optimis krisis yang terjadi saat ini mampu membuka jalan perdamaian melalui solidaritas, persatuan, dan tanggung jawab global untuk kepentingan semua pihak.
"Meningkatkan keterlibatan dan kerja sama adalah hal yang perlu kita atasi di masa sulit ini," tegasnya.
Pertemuan tersebut menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat. Pertemuan tersebut mempertemukan beberapa kepala negara, menteri, dan pejabat tinggi negara anggota DK PBB. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar