Jumat, 11 September 2020

Komite menyoroti dua skema untuk program vaksinasi massal COVID-19

Komite menyoroti dua skema untuk program vaksinasi massal COVID-19

ASLIKARTU - Ketua Komite Penanganan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) COVID-19 Erick Thohir mengemukakan usulan dua skema untuk program vaksinasi massal COVID-19. Agen Poker

Kedua skema tersebut yakni program vaksinasi gratis dan program vaksinasi berbayar, kata Thohir, juga Menteri BUMN, saat menyampaikan orasi ilmiah di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Jumat.

“Kami mengajukan dua jenis vaksinasi kepada pemerintah dan DPR, yaitu vaksinasi yang dibiayai pemerintah melalui program TNI / Polri bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, dan Palang Merah Indonesia,” ujarnya.

Kementerian Pendidikan akan mengerahkan 40 ribu calon perawat dan 12 ribu calon dokter untuk mengikuti program vaksinasi massal, serta 1,5 juta dokter dan perawat yang siap mendukung program tersebut.

Agen Domino

Anggaran untuk program vaksinasi gratis akan bersumber dari APBN dengan memanfaatkan data Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS Kesehatan). Premi 93 juta orang sudah disubsidi penuh oleh pemerintah (PBI), ujarnya.

“Kami optimistis masyarakat mampu (untuk vaksinasi) akan membantu pemerintah dengan memilih program vaksinasi berbayar,” tandasnya.

Dalam pertemuannya dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), panitia mendesak beberapa asosiasi untuk melakukan vaksinasi berbayar guna meringankan beban pemerintah.

Thohir memuji komitmennya untuk menanggung dana vaksinasi COVID-19 bagi karyawannya masing-masing.

Indonesia akan menerima 30 juta dosis vaksin COVID-19 pada akhir 2020, dan akan mendapatkan 300 juta dosis vaksin pada tahun 2021.

Insya Allah, akhir tahun ini kami akan mendapatkan 30 juta dosis vaksin, dan pada tahun 2021 kami akan mendapat 300 juta dosis vaksin, kata Thohir. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar