![]() |
| Malaysia kembali mendeportasi TKI ke Nunukan |
ASLIKARTU - Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi lebih dari seratus pekerja migran Indonesia yang telah menyelesaikan masa hukumannya setelah dipenjara karena kasus imigrasi dan tindak pidana di negara bagian Sabah. Agen Poker
Para deportasi tersebut menaiki kapal dari pelabuhan Tawau Sabah, dan tiba di pelabuhan Tunon Taka di kabupaten Nunukan, provinsi Kalimantan Utara, pada Kamis sore.
Mereka diterima petugas imigrasi setempat, aparat kepolisian, dan perwakilan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Mereka memakai masker, cuci tangan, dan melakukan latihan jarak fisik antara diri mereka dengan orang yang berwenang, sebagaimana diamanatkan dalam protokol kesehatan pemerintah Indonesia untuk membendung penyebaran COVID-19.
Berdasarkan dokumen KJRI nomor 832 / Kons / IX / 2020 tertanggal 2 September 2020, yang dideportasi terdiri 103 laki-laki, 22 perempuan, dan enam balita.
Yuliansyah, seorang deporte berusia 31 tahun yang berasal dari kabupaten Bulukumba di provinsi Sulawesi Selatan, mengatakan dia ditahan selama empat bulan di rumah tahanan Tawau karena kasus narkoba.
Para deportasi dibawa dari pelabuhan Tunon Taka ke tempat penampungan sementara di lingkungan Nunukan Selatan sebelum diizinkan kembali ke kampung halaman mereka.
Pemerintah Malaysia telah berulang kali mendeportasi pekerja migran Indonesia yang tidak berdokumen dan bermasalah selama beberapa tahun terakhir.
Agen Domino
Pada Agustus tahun lalu, misalnya, Malaysia telah mendeportasi 149 WNI yang telah ditahan terkait beberapa kasus ke Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara.
149 orang yang dideportasi itu terdiri dari 12 orang yang ditahan karena terlibat kasus narkoba, tiga kasus pidana, 57 karena overstay, dan 37 orang karena memasuki Malaysia secara ilegal. Sebanyak 38 orang yang dideportasi telah lahir di Sabah.
Sebelum dideportasi ke Nunukan, WNI sempat menjalani hukuman penjara di Rutan Kemanis Papar dan Menggatal di Malaysia.
Di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, pemerintah Malaysia telah membebaskan beberapa ribu pekerja migran Indonesia tidak berdokumen dari rumah detensi imigrasi negara tersebut dan memulangkan mereka ke Indonesia.
Sebelum dipulangkan, seluruh pekerja diperiksa menggunakan metode Rapid Test Kit Antigen (RTK Antigen) untuk mengecek keberadaan virus corona.
Seperti beberapa negara di dunia, Malaysia telah berusaha untuk meratakan kurva infeksi COVID-19 dan menangani dampak sosial ekonomi dari penyakit tersebut, yang pertama kali muncul di kota Wuhan di China pada akhir 2019.
Pemerintah Malaysia juga telah memberlakukan movement control order (MCO) untuk memperlambat penyebaran infeksi COVID-19. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar