![]() |
| Pendeta Zanambani ditembak mati oleh penjahat bersenjata Papua: Militer |
ASLIKARTU - Sekelompok penjahat bersenjata di Provinsi Papua menembak mati Pendeta Yeremia Zanambani di Desa Hitadipa, Kecamatan Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, pada 19 September, kata juru bicara Tentara Nasional Indonesia (TNI). Agen Poker
Imam itu tewas setelah menderita luka tembak akibat penembakan oleh penjahat bersenjata di Desa Hitadipa pada 19 September, kata juru bicara Komando Pertahanan Daerah Gabungan (Kogabwilhan) III Kolonel IGN Suriastawa dalam sebuah pernyataan di sini, Minggu.
Suriastawa membantah tuduhan yang beredar oleh kelompok kriminal bersenjata dan pendukungnya di media sosial bahwa pastor itu ditembak oleh personel TNI, padahal sebaliknya, penjahat bersenjata Papua yang menembaknya.
Juru bicara itu berpendapat, kelompok bersenjata dan loyalisnya sengaja memutarbalikkan fakta untuk menyudutkan TNI dan Pemerintah Indonesia dalam upaya menarik perhatian publik menjelang Sidang Umum PBB mendatang.
Pada bulan September, separatis bersenjata Papua melancarkan beberapa serangan yang berakhir dengan kematian dua tentara dan seorang warga sipil. Mereka juga menembaki dua warga sipil lainnya.
Pada hari Sabtu (19 September), seorang tentara Indonesia tewas setelah terlibat baku tembak dengan beberapa pemberontak Papua bersenjata terkenal di dekat kompleks Komando Subdistrik Militer Persiapan Hipadipa di Kabupaten Intan Jaya.
Agen Domino
Menurut juru bicara Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Reza Nur Patria, pahlawan yang gugur itu diidentifikasi sebagai Prajurit Pertama Dwi Akbar Utomo.
Pada Jumat (18/9), peti mati Sersan Kepala Sahlan yang dibunuh oleh kelompok pemberontak bersenjata Papua di Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua, diterbangkan ke Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kabupaten Biak Numfor.
Sersan Kepala Sahlan tewas dalam penyergapan oleh sekelompok separatis bersenjata yang terkenal kejam pada Kamis (17/9) ketika dia kembali ke Komando Subdistrik Militer Persiapan Hipadipa di Distrik Intan Jaya dengan membawa pasokan makanan dari daerah Sugapa.
Para penyerang merampas senjata dan magasinnya, Komandan Kodam 173 / Praja Vira Braja, Brigjen Pol. Jenderal Iwan Setiawan, dalam pernyataannya baru-baru ini.







0 komentar:
Posting Komentar