Kamis, 17 September 2020

Penyerang Ali Jaber merekonstruksi urutan kejadian di TKP

Penyerang Ali Jaber merekonstruksi urutan kejadian di TKP


ASLIKARTU - Alpin Andrian, yang menyerang penceramah Indonesia Sheikh Ali Jaber di Masjid Falahudin di kota Bandar Lampung pada 13 September 2020, dibawa ke lokasi penyerangan untuk merekonstruksi urutan kejadian. Agen Poker

Andrian, 24 tahun, kembali memerankan 17 aksinya di rumahnya dan Masjid Falahudin di Jalan Tamin Kelurahan Suka Jawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, sebagaimana dimohonkan dalam BAP Kepolisiannya, Polres Lampung juru bicara, Sen.Coms. Zahwani Pandra Arsyad kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

“17 perbuatan tersangka selama rekonstruksi TKP relevan dengan berkas yang sudah disiapkan penyidik ​​polisi,” kata Arsyad.

Rekonstruksi TKP disaksikan penyidik ​​polisi dan perwakilan dari kejaksaan kota Bandar Lampung, ujarnya.

Syekh Ali Jaber diserang saat menghadiri pertemuan massa Islam di Masjid Falahudin pada 13 September. Dia dilaporkan menderita luka sedalam empat sentimeter di lengan kanannya setelah Andrian menyerangnya dengan pisau saat dia sedang berbicara di atas panggung dengan dua peserta di peristiwa.

Berdasarkan video kejadian yang beredar di kanal YouTube, Andrian yang dikabarkan berada di dekat masjid itu ditangkap oleh beberapa peserta acara tak lama setelah menyerang Ali Jaber.

Menanggapi penyerangan itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung seruan Menteri Keamanan Mahfud MD kepada polisi untuk mengungkap jaringan dan motif di baliknya.

Agen Domino

"Serangan pisau (terhadap Syekh Ali Jaber) sama sekali tidak bisa diterima MUI," kata Sekretaris Jenderal Dewan, Anwar Abbas.

Abbas dengan gencar mengutuk penyerang, yang melancarkan serangannya dalam sebuah pertemuan massa Islam untuk mendukung program satu juta penghafal Alquran (hafiz) di Masjid Falahudin, dan menyebutnya sebagai musuh perdamaian.

Karenanya, penyelidikan menyeluruh atas tindak pidana tersebut dianggap penting karena merusaknya akan mengganggu ketentraman masyarakat, katanya.

“Di negeri ini, sebagai sosok yang disegani di mata masyarakat Muslim, kehidupan ulama terancam. Kenyataan ini jelas mencerminkan rasa permusuhan terhadap ulama, dan tindakan bermusuhan ini sangat berbahaya,” tandasnya.

“Permusuhan semacam itu berpotensi memicu kecurigaan di kalangan anggota masyarakat, dan jika kasus penyerangan Syekh Ali Jaber tidak ditangani secara komprehensif dan rasa keadilan hilang, maka akan semakin liar,” tegas Abbas.

Karena itu, MUI mengimbau pemerintah dan penegak hukum mengusut kasus penyerangan tersebut, ujarnya.

Lahir di Madinah, Arab Saudi, pada 3 Februari 1976, Syekh Ali Jaber, yang bernama lengkap Ali Saleh Mohammed Ali Jaber, dikenal luas sebagai seorang dai dan ulama Muslim.

Dia memiliki kewarganegaraan Indonesia dan populer di kalangan Muslim Indonesia sebagai juri lomba menghafal Alquran di stasiun TV negara. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar