![]() |
| Pihak berwenang memutuskan untuk tidak menampung pengungsi di Hotel Nevada Riau |
ASLIKARTU - Pejabat di rumah detensi Imigrasi Indonesia di Pekanbaru, Provinsi Riau, telah memutuskan untuk tidak menggunakan rumah komunitas di Nevada Hotel untuk menampung pengungsi asing karena penduduk setempat keberatan dengan keberadaan mereka di lingkungan tersebut. Agen Poker
Sekelompok orang yang tinggal di dekat Hotel Nevada telah melakukan beberapa aksi unjuk rasa keberatan dengan pencari suaka yang ditampung di sana, kata kepala rumah tahanan Kantor Imigrasi Pekanbaru, Yanto Ardianto, kepada wartawan, Rabu.
Mempertimbangkan sensitivitas situasi, Ardianto mengatakan telah memutuskan untuk tidak merekomendasikan penggunaan Nevada Community House untuk menampung pengungsi asing dan menginformasikan keputusannya kepada Walikota Pekanbaru Firdaus.
“Rumah detensi Kantor Imigrasi tidak mau memindahkan pengungsi jika kemudian bentrok dengan warga sekitar,” terangnya.
Awal pekan ini, lebih dari seratus pengungsi menggelar unjuk rasa di depan rumah tahanan Kantor Imigrasi Pekanbaru atas apa yang mereka sebut "kelebihan kapasitas di Hotel Satria" di mana mereka saat ini ditampung.
Agen Domino
Menanggapi protes tersebut, Ardianto mengatakan pengungsi asing mungkin tidak mengetahui prosedur standar yang ditetapkan dalam Perpres Nomor 125/2016 tentang Perlakuan terhadap Pengungsi dari Luar Negeri.
Menurut Perpres, lokasi penampungan pengungsi asing di Pekanbaru harus diputuskan oleh Badan Kesatuan Politik dan Politik (Kesbangpol) Pemprov DKI, ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan pengungsi tersebut, pihak Imigrasi Pekanbaru melakukan pengecekan menyeluruh terhadap ketersediaan kamar di Hotel Satria, ujarnya.
Mereka menemukan 20 kamar kosong di hotel yang dapat digunakan untuk mengatasi kepadatan, tetapi Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) belum menanggapi usulan ini, tambahnya.
“Kami tidak dalam posisi untuk menentukan rumah komunitas untuk pengungsi. Kami sama sekali tidak berkepentingan dalam hal ini. Tapi, satu hal yang jelas. Rasa aman masyarakat setempat harus diakomodasi, karena kami tidak ingin memiliki konflik dengan komunitas kami dalam menangani masalah pengungsi, ”lanjutnya.
Saat ini terdapat 976 pengungsi asing yang berada di Pekanbaru. Mereka telah ditampung di delapan rumah komunitas. Persoalan yang terkait dengan kepadatan berlebih telah muncul di beberapa rumah masyarakat, di mana satu kamar sering digunakan bersama oleh lima hingga tujuh orang.
Beberapa pengungsi bahkan telah tinggal di beberapa rumah komunitas selama tujuh tahun, tetapi mereka belum menerima status kewarganegaraan dari negara ketiga, seperti Australia dan Kanada, kata para pejabat.
Di saat yang sama, angka kelahiran di antara keluarga pengungsi relatif tinggi, tambah mereka. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar