![]() |
| Polda Sulawesi Tengah menyita 891,35 gram sabu |
ASLIKARTU - Polisi Sulawesi Tengah menangkap dua tersangka pengedar narkoba pada Jumat (4 September), dan menyita 891,35 gram sabu dari mereka, kata juru bicara polisi. Agen Poker
Para tersangka yang hanya diidentifikasi dengan inisial MP, 27, dan H, 25, mengemas obat-obatan terlarang itu ke dalam 18 kantong plastik kecil, kata Juru Bicara Polda Sulawesi Tengah Senator Com. Didik Supranoto mengatakan kepada wartawan lokal di Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, pada Sabtu.
Mereka ditangkap dalam operasi penggerebekan narkoba yang dilakukan pada hari Jumat setelah polisi setempat mendapat informasi tentang kegiatan penyalahgunaan narkoba yang mencurigakan di sebuah rumah kontrakan yang terletak di Jalan Asam III, katanya.
Operasi penggerebekan narkoba mengakibatkan penyitaan 18 kantong plastik kecil sabu-sabu, timbangan, empat telepon seluler, satu kaleng wafer, dan satu sendok, katanya, seraya menambahkan bahwa tersangka masih dalam tahanan polisi untuk keperluan penyelidikan.
Banyak kasus narkoba yang berhasil diungkap polisi di tengah pandemi COVID-19 menjadi bukti bahwa pemerintah kini secara bersamaan dihadapkan pada dua ancaman mematikan: narkoba dan penyakit.
Pekan ini, dua tersangka pengedar narkoba ditembak mati setelah mereka menyerang petugas polisi kota Surabaya saat mencoba melawan penangkapan saat penggerebekan narkoba. Sementara enam tersangka lainnya ditangkap dalam penggerebekan tersebut.
Dalam penggerebekan tersebut, 17,05 kg sabu juga disita dari tersangka Kapolsek Surabaya Kota, Senator Com. Jhonny Edison Isir, mengatakan pada 3 September.
Agen Domino
Menurut laporan penelitian baru-baru ini oleh Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC), rantai pasokan pasar narkoba dapat terganggu oleh pembatasan mobilitas, batas tertutup, dan penurunan perdagangan dunia secara keseluruhan.
Disiapkan oleh UNODC Global Research Network, laporan tersebut mengungkapkan bahwa karena pandemi virus corona, perdagangan heroin dari Meksiko ke Amerika Serikat, misalnya, kali ini menjadi lebih sulit daripada sebelumnya.
Namun, krisis COVID-19 juga dapat "mendiversifikasi pola dan rute perdagangan narkoba", menurut laporan penelitian UNODC berjudul 'COVID-19 and the Drug Supply Chain: From Production and Trafficking to Use'.
Laporan yang diterbitkan di situs UNODC (https://www.unodc.org/documents/data-and-analysis/covid/Covid-19-and-drug-supply-chain-Mai2020.pdf), juga memperingatkan bahwa Krisis COVID-19 dapat mendorong lebih banyak orang melakukan aktivitas terkait narkoba untuk mencari nafkah.
Dampak ekonomi yang parah dari krisis virus korona telah memicu PHK di banyak negara, termasuk Indonesia, dan beberapa pengangguran mungkin terlibat dalam kegiatan ilegal, seperti produksi dan pengangkutan obat-obatan untuk alasan ekonomi, menurut laporan tersebut.
Mereka juga rentan untuk direkrut oleh jaringan narkoba lokal dan transnasional (laporan penelitian UNODC, 2020).
Temuan riset UNODC ini terkonfirmasi oleh sejumlah kasus narkoba yang diungkap polisi Indonesia saat krisis COVID-19. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar