Sabtu, 12 September 2020

Polisi memastikan 16 warga asli Papua terluka dalam bentrokan suku Jayawijaya

Polisi memastikan 16 warga asli Papua terluka dalam bentrokan suku Jayawijaya

ASLIKARTU - Sekitar 16 orang asli Papua menderita luka panah dalam bentrokan suku yang meletus di daerah Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada hari Kamis dan Jumat, tetapi dokter lokal rumah sakit umum menawarkan perawatan yang menyelamatkan nyawa tepat waktu, kata seorang petugas polisi. Agen Poker

Para dokter mengeluarkan sisa-sisa anak panah yang menembus tubuh korban, meski tidak ada yang dirawat di rumah sakit sesuai permintaan keluarga, Kapolres Jayawijaya Ajun Komisaris Besar. Dominggus Rumaropen mengatakan di Wamena, Sabtu.

Makanya, warga Papua yang terluka dibawa pulang oleh keluarganya untuk dirawat di rumah, kata dia sembari tidak merinci faktor-faktor penyebab bentrok antar suku di Desa Wukahilapok dan Meagama.

Agen Domino

Dalam menghentikan bentrokan dan mendorong mereka kembali, personel polisi yang dikerahkan ke lokasi kejadian melepaskan tembakan peringatan sambil mengimbau mereka untuk berhenti saling menyerang.

Mereka juga memasang bendera Merah-Putih di garis batas area yang tidak boleh dilewati oleh setiap anggota kamp yang bertikai. Mereka juga dibujuk untuk mulai bernegosiasi untuk mengakhiri konflik, ungkapnya.

Terlepas dari upaya polisi setempat untuk mengakhiri bentrokan, salah satu kelompok yang bertikai membakar beberapa gubuk adat Papua (honai). Mereka tampaknya mengabaikan kehadiran polisi di lapangan.

Sebaliknya, setiap sparring camp berjaga dan dilengkapi dengan senjata tradisional seperti panah, tombak, dan parang, katanya.

Konflik kekerasan antar suku di provinsi timur Indonesia, Papua, berulang kali terjadi. Laporan media mengaitkan konflik dengan faktor penyebab, seperti persaingan lama dan balas dendam. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar