Selasa, 22 September 2020

Polres Jakarta Pusat menyita 1,1 kg sabu

Polres Jakarta Pusat menyita 1,1 kg sabu


ASLIKARTU - Polisi Jakarta Pusat telah menyita 1,1 kg narkoba dari empat tersangka kurir narkoba di tiga tempat berbeda di sekitar ibu kota, pekan ini. Agen Poker

Tiga dari empat tersangka kurir narkoba beroperasi dengan kedok pengemudi ojek berbasis aplikasi, sedangkan yang keempat, seorang wanita, ditangkap dari apartemennya, kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Jordan, pada hari Selasa.

Tiga tersangka pertama, yang diidentifikasi dengan inisial AR, AJ, dan KA, ditangkap di Koja, Jakarta Utara, dan Jagakarsa, Jakarta Selatan, sedangkan perempuan yang diidentifikasi bernama R itu ditangkap di Jakarta Barat, katanya.

Polisi menyita empat paket sabu kristal seberat 550 gram dari AR yang ditangkap di Koja, dan 25 gram sabu dari AJ dan KA yang ditangkap di lingkungan Jagakarsa.

AJ mengatakan kepada penyelidik bahwa dia baru saja mengirimkan paket narkoba ke R di unit apartemennya, setelah itu, 600 gram sabu dan 58 pil ekstasi ditemukan dalam kepemilikannya, kata Jordan.

Agen Domino

Sementara para tersangka bersikeras bahwa mereka hanya kurir yang mengirimkan paket kecil sabu, polisi yakin bahwa mereka telah mengirimkan paket obat sebanyak enam kali.

Mereka telah ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut, Jordan menambahkan.

Indonesia masih menghadapi ancaman serius dari para pengedar narkoba yang memandangnya sebagai pasar potensial. Nilai perdagangan narkoba di dalam negeri diperkirakan mencapai hampir Rp66 triliun.

Pengguna metamfetamin kristal, narkotika, mariyuana, dan jenis narkoba adiktif lainnya melampaui masyarakat, dan latar belakang sosial ekonomi dan budaya.

Dengan penyelundupan gembong narkoba dan perdagangan narkoba di negara ini selama beberapa dekade terakhir, pemerintah Indonesia terus menerapkan tindakan hukuman yang keras terhadap mereka.

Presiden Indonesia Joko Widodo bahkan telah mengeluarkan perintah tembak-menembak terhadap gembong narkoba.

Namun, hal ini tidak berhasil menghalangi pengedar narkoba. Mereka terus memperlakukan Indonesia sebagai salah satu pasar utama mereka, meski penegak hukum Indonesia terus berjuang melawan mereka. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar