![]() |
| Presiden meminta 34 gubernur mencermati tren COVID-19 |
ASLIKARTU - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah mendesak gubernur di 34 provinsi di negara itu untuk melacak dengan cermat tren kasus COVID-19 yang dikonfirmasi di daerah masing-masing. Agen Poker
“Saya ingin dan mengingatkan gubernur untuk mencermati data dan angka pergerakan kasus COVID-19 di daerah masing-masing. Hati-hati, saat ini berbagai negara kembali tren (dalam hal meningkatnya infeksi virus corona),” Presiden Joko Kata Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa.
Hal tersebut disampaikannya pada rapat terbatas bertajuk 'President's Briefing for the Governors Facing the COVID-19 Pandemic and National Economic Recovery', yang diadakan melalui video conference.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
“Ada trend peningkatan kasus positif, baik di negara-negara Eropa maupun di kawasan Asia, oleh karena itu kita harus berhati-hati karena di negara kita, meski sudah beberapa kali terjadi peningkatan kasus positif di beberapa kawasan dibandingkan negara lain. , (situasi) Indonesia masih terkendali, "kata Presiden.
Gubernur harus melihat pengendalian dan pengelolaan kasus COVID-19, sarannya.
“(Sesuai) data yang saya terima pada 31 Agustus 2020, jumlah kasus positif di negara kita adalah 175 ribu dari 2,2 juta tes yang sudah kita lakukan, dan alhamdulillah 'case recovery rate' juga meningkat: Pada April 2020 sudah 15 persen, sekarang Agustus sudah mencapai 72,1 persen, ”imbuhnya.
Presiden Jokowi mengatakan, angka tersebut menunjukkan tren yang lebih baik karena angka kesembuhan penderita COVID-19 di Indonesia lebih tinggi dari rata-rata dunia yang sebesar 69 persen.
“Kasus aktif atau masih dalam perawatan juga mengalami penurunan dari 77 persen pada April menjadi 23,69 pada Agustus (2020). Ini lebih baik dari rata-rata dunia yang sebesar 27 persen,” ujarnya.
Agen Domino
Namun, kata dia, angka kematian masih di atas rata-rata dunia, sehingga gubernur perlu bekerja keras untuk menyelesaikannya.
“Berhati-hatilah dengan kasus angka fatalitas di Indonesia. Meski sudah turun dari 7,83 persen di bulan April menjadi 4,2 persen bulan ini, kita masih punya pekerjaan rumah yang besar untuk menguranginya lagi karena angka kematian di negara kita masih lebih tinggi dari angka kematian global yang sebesar 3,6 persen. Ini tugas besar kami, agar tidak lepas kendali dalam pengendalian COVID-19, ”kata Presiden Widodo kepada gubernur.
Dia juga membagikan data yang dia miliki kepada para gubernur.
“Lihat posisi aktif kita dan angka kematian kita, di bulan April (posisi aktif) 77 persen (dan itu) menjadi 23,7 persen (di bulan Agustus); kemudian, angka kematian di bulan April adalah 7,8 persen (dan turun menjadi) menjadi 4,2 persen pada Agustus, ”kata Presiden sambil menunjuk data grafik.
Data yang diberikan Presiden Jokowi menunjukkan, hingga 31 Agustus 2020, Indonesia memiliki 41.420 ribu kasus aktif, yang merupakan 23,7 persen dari total kasus di Tanah Air.
“Penambahan kasus positif kemarin 2.743, dan patut kita syukuri kesembuhannya 72,1 persen atau 125.959 kasus, dan jumlah kematian 7.412 atau 4,2 persen. Kalau kita lihat perkembangannya, ini kasus positif. di tingkat nasional. Persentase kematian pada bulan April tinggi kemudian menurun pada Agustus menjadi 4,27 persen. Hal ini harus terus kita lakukan agar persentase kematian menurun (lebih lanjut), ”jelas Presiden.
Dia juga membagikan data berdasarkan provinsi tentang perkembangan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi.
“Gubernur dan satgas COVID-19 harus menekan jumlah kasus,” tegasnya.
Jika ada kendala, pemerintah daerah bisa menyampaikannya ke pemerintah pusat, imbuhnya.
“Yang utama dibantu oleh panitia dan satgas kita,” kata Presiden. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar