Selasa, 01 September 2020

Tiga korban luka dalam serangan Ciracas dipindahkan ke RS TNI

Tiga korban luka dalam serangan Ciracas dipindahkan ke RS TNI

ASLIKARTU - Dua polisi dan seorang awak dari Stasiun ANTV, yang mengalami luka-luka dalam serangan baru-baru ini di kantor polisi Ciracas, telah dipindahkan ke Rumah Sakit Tentara Gatot Subroto untuk perawatan medis intensif. Agen Poker

Mereka sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Polisi Kramat Jati, kata polisi.

Keputusan untuk memindahkan mereka ke RS TNI diambil setelah Kapolres, Wakil Kapolri, dan Kapolres Jakarta mengunjungi korban luka di RS Polri Kramat Jati, juru bicara Polda Metro Jaya Senator Yusri Yunus kepada wartawan lokal di Jakarta pada hari Senin.

Namun Yunus tidak mengungkapkan nama-nama polisi yang terluka atau kru ANTV.

Untuk menangkal serangan serupa di masa mendatang, Polda Metro Jaya dan Korem akan melakukan patroli bersama skala besar, kata dia, tanpa merinci berapa personel yang akan terlibat dalam patroli tersebut.

Sekitar 100 orang telah menyerang Polsek Ciracas di Jakarta Timur sekitar pukul 01.45 WIB pada Sabtu (29 Agustus 2020). Para penyerang merusak dan menghancurkan beberapa fasilitas di stasiun itu, kata polisi.

Mereka juga menurunkan fasilitas sekitar jam 2 pagi waktu setempat, menurut Dinas Informasi Kebakaran Jakarta Timur. Beberapa mobil dan gerobak yang diparkir di jalan dilaporkan rusak dalam serangan itu.

Serangan itu adalah yang kedua terjadi sejak 11 Desember 2018, ketika sekelompok orang tak dikenal menyerang kantor polisi.

Agen Domino

Kepala Humas Polda Metro Jaya Kompol Yusri Yunus mengatakan, polisi masih menyelidiki kemungkinan kaitan antara dua insiden tersebut.

Sementara itu, 12 personel TNI ditahan di Detasemen Polisi Militer (Pomdam Jaya) Komando Militer Jakarta karena diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Menurut Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia, Jenderal Andika Perkasa, 12 tahanan tersebut kemungkinan terlibat dalam perusakan sejumlah fasilitas di kantor polisi, dan 19 tentara lainnya juga telah dipanggil dan dibakar atas insiden tersebut.

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Udara Hadi Tjahjanto sebelumnya mengungkapkan, tiga dari 12 personel TNI AD mengaku merusak sejumlah kendaraan dalam penyerangan dini hari itu.

Berbicara dalam jumpa pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Tjahjanto yang didampingi Kapolri Jenderal Idham Azis mencatat, penyidik ​​Polri telah mengamankan rekaman kamera CCTV kejadian tersebut.

Setelah memeriksa catatan panggilan di telepon seluler milik seorang anggota militer yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut, penyidik ​​menemukan bahwa ia telah menghubungi 27 orang. Personel militer telah diidentifikasi sebagai MI Prajurit Kedua.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV kedua, dua pengendara mungkin terlibat dalam pengrusakan beberapa fasilitas di kantor polisi saat penyerangan dini hari itu, kata Tjahjanto, seraya menambahkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap temuan awal akan dilakukan.

Menanggapi kejadian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta agar penyidikan ditangani dengan baik, sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Menteri mengatakan dia yakin kasus ini dapat diselesaikan dengan mudah karena hubungan yang erat antara TNI dan Kapolri.

Namun, Mahfud MD mengimbau kepada masyarakat luas, termasuk aparat penegak hukum, untuk menjauhi tindakan vigilantisme. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar