![]() |
| Dalam mengejar peningkatan kecepatan, akurasi penyaringan COVID-19 |
ASLIKARTU - Tujuh bulan sejak pengumuman pemerintah tentang dua kasus pertama penyakit virus korona (COVID-19) di Indonesia pada bulan Maret, belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda, terlihat dari terus meningkatnya kasus positif. Agen Poker
Pada 19 Oktober, Indonesia telah mencatat 361.867 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi, dengan 285.324 pasien pulih dari virus dan 12.511 meninggal karenanya.
Pengujian, penelusuran, dan pengobatan, termasuk isolasi, adalah landasan utama untuk menahan penyebaran COVID-19.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya pengujian dan pelacakan kasus COVID-19 sambil menunggu vaksin tiba pada November.
“Saat ini kami sedang mempersiapkan vaksin COVID-19. Kami optimistis bisa menerimanya pada November 2020,” kata Pandjaitan, yang merangkap Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dalam rapat koordinasi virtual mengenai pengujian yang ditargetkan. dan penelusuran COVID-19 di Jabodetabek (Jabodetabek) dan Bali.
Namun, langkah-langkah ini masih gagal di Indonesia, terutama karena kapasitas pengujian yang terbatas dan jumlah pelacak COVID-19 yang tidak mencukupi.
Agen Domino
Juru bicara pemerintah COVID-19, Wiku Adisasmito, mengaitkan terbatasnya jumlah pelacak, kesulitan menjangkau semua kontak karena wilayah Indonesia yang luas dan tersebar, serta stigma yang melekat pada COVID-19 sebagai alasan utama.
Adisasmito mencontohkan, pengujian COVID-19 di Indonesia mencapai 70,13 persen dari benchmark Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) satu per seribu orang per minggu.
Untuk memenuhi standar WHO, Indonesia harus melakukan pengujian COVID-19 pada 267 ribu orang per minggu, atau berdasarkan 268 juta penduduknya, negara tersebut harus melakukan pengujian terhadap sekitar 38 ribu orang setiap hari.
Kesenjangan antara kasus yang dicurigai di Indonesia dan orang yang dites masih lebar, oleh karena itu diperlukan peningkatan kapasitas laboratorium untuk memastikan pengujian semua kasus yang dicurigai, menurut laporan WHO. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar