![]() |
| Dua korban luka tembak di TGPF mendapat perawatan di Jakarta |
ASLIKARTU - Dua orang luka tembak dalam serangan penembakan terhadap Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang menyelidiki pembunuhan dua tentara dan dua warga sipil di Intan Jaya, Papua, diterbangkan ke Jakarta, Sabtu, untuk dirawat. Agen Poker
Pagi ini anggota TGPF dan prajurit TNI yang luka-luka akibat penyerangan pada Jumat malam itu diterbangkan ke Jakarta untuk perawatan lebih lanjut, "kata Wakil Ketua TGPF dan Deputi Hukum dan Hak Asasi Manusia kepada Menko Polhukam. Urusan Hukum, Politik, dan Keamanan Sugeng Purnomo dalam keterangan pers yang dirilis, Sabtu.
Anggota TGPF tersebut diidentifikasi sebagai Bambang Purwoko, dosen dan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, sedangkan prajurit TNI diidentifikasi sebagai Sersan Satu Faisal Akbar dari Kodim 1304 Gorontalo.
Mereka mengalami luka tembak saat serangan penembakan ketika sekelompok anggota TGPF kembali setelah menyelidiki lokasi kasus penembakan di Kabupaten Intan Jaya pada hari Jumat.
Purnomo mengungkapkan, kedua korban dievakuasi dari Sugapa, Intan Jaya, ke Timika menggunakan helikopter Caracal TNI AU pada Sabtu pagi. Dari Timika, mereka diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Boeing Angkatan Udara Indonesia.
Agen Domino
Ia menyatakan bahwa kaki Purwoko sempat terluka, sedangkan Faisal tertembak di bagian pinggang.
Dia menyoroti fokus TGPF dalam mengevaluasi semua kegiatan yang telah mereka lakukan sambil memberikan penekanan yang tepat pada keselamatan dan keamanan anggotanya tanpa menyimpang dari misinya untuk mengamankan informasi yang jelas tentang kasus tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membentuk TGPF awal bulan ini untuk mengusut serangan di Kabupaten Intan Jaya yang menewaskan dua tentara dan dua warga sipil.
Mendagri menunjuk Kapolri sehari-hari, Benny Mamoto sebagai Ketua Tim Pencari Fakta dan Deputi Koordinasi Hukum dan HAM Kementerian Hukum dan HAM, Sugeng Purnomo, sebagai Wakil Kapolri.
“Tim tersebut akan ditugaskan selama dua minggu mulai dikeluarkannya SK ini. Hasilnya (penyidikan) akan mereka laporkan ke Menko Polhukam, ”ujarnya.
Tim ini beranggotakan 18 orang, yang berasal dari TNI, Polri, Kantor Staf Kepresidenan, dan tokoh masyarakat Papua.
Sebuah kelompok sipil bersenjata di Hitadipa, Papua, sebelumnya dilaporkan telah menembak mati dua personel militer Indonesia, seorang warga sipil, dan seorang pendeta.
Militer Indonesia mencatat bahwa tujuan di balik penembakan itu adalah untuk menarik perhatian, terutama sebelum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar