Selasa, 20 Oktober 2020

Kebenaran sangat ditunggu di balik penembakan Intan Jaya baru-baru ini

Kebenaran sangat ditunggu di balik penembakan Intan Jaya baru-baru ini


ASLIKARTU - Warga Indonesia dan anggota komunitas internasional menunggu dengan napas tertahan untuk pengumuman pemerintah Indonesia tentang kebenaran di balik beberapa penembakan mematikan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, pada bulan September. Agen Poker

Penyelidikan tim pencari fakta bersama (TGPF) yang diprakarsai oleh pemerintah Indonesia atas penembakan baru-baru ini di kabupaten tersebut telah menyelesaikan misinya dan menyelesaikan laporannya sejak 17 Oktober.

Namun, anggota tim tersebut berniat untuk melapor ke Menteri Keamanan Indonesia, Mahfud MD, pada 21 Oktober.

“Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan telah mengkonfirmasi dengan kami tentang jadwal pertemuan kami dengan Pak Menteri pada hari Rabu untuk penyerahan laporan tersebut,” kata Ketua TGPF Benny Mamoto.

Para anggota TGPF sebenarnya dijadwalkan bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD pada 19 Oktober, namun karena padatnya jadwal menteri, maka dijadwal ulang pada 21 Oktober, kata Mamoto di Jakarta awal pekan ini. .

“Hari ini Pak Menteri mengikuti dua kali pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan memimpin beberapa rapat, termasuk salah satunya untuk pembicaraan tentang omnibus law (hukum penciptaan lapangan kerja) yang baru saja disahkan. Makanya kami maklum jika diterima pada hari Rabu,” Mamoto dinyatakan.

Laporan hasil penyelidikan anggota TGPF baru-baru ini terhadap peristiwa penembakan mematikan di Kabupaten Intan Jaya memuat informasi dan fakta yang dihimpun dari 42 saksi dan sumber.

Dalam jumpa pers sebelumnya pada 17 Oktober, Mamoto mengungkapkan bahwa Menteri Mahfud MD akan mengumumkan hasil penyelidikan tim atas penembakan di Kabupaten Intan Jaya yang merenggut nyawa tentara dan warga sipil, termasuk seorang pendeta.

Agen Domino

Mamoto tidak merinci alasan Mahfud MD mengumumkan hasil penyelidikannya.

Dia mengatakan timnya terutama menerapkan pendekatan yang peka budaya untuk menyelidiki penembakan mematikan tersebut. Makanya, anggotanya mengandalkan akun sukarela dari saksi yang diundang.

"Kami mengutamakan pendekatan budaya sambil mengumpulkan fakta di lapangan. Kami bukan penyidik. Kami hanya mengumpulkan fakta, sehingga kami sendiri yang harus datang atau tokoh-tokoh yang kami undang untuk datang secara sukarela muncul (menceritakan apa yang mereka saksikan)," dia telah menyatakan.

Mamoto juga menggarisbawahi komitmen kuat dari seluruh anggota tim pencari fakta dalam mengungkap kasus-kasus tersebut.

ANTARA melaporkan, anggota Tim Pencari Fakta pimpinan Benny Mamoto menghadapi tantangan di Papua.

Pada 9 Oktober 2020, sekelompok separatis bersenjata menyergap mereka di Desa Mamba, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membenarkan berada di balik penyerangan terhadap anggota TGPF. Salah satu anggota tim pencari fakta dan seorang tentara mengalami luka-luka dalam penyerangan tersebut.

Anggota TGPF - dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Bambang Purwoko - ditembak di bagian kaki, sementara Sersan Satu Satgas Hitadipa TNI TNI Faisal Akbar mengalami luka di pinggang.

Pemerintah Indonesia membentuk TGPF untuk menyelidiki serangkaian penembakan mematikan di Intan Jaya pada September 2020, bulan paling berdarah di distrik itu tahun ini, dengan separatis bersenjata melakukan serentetan serangan, yang menewaskan dua tentara dan dua warga sipil, dan memimpin. untuk melukai dua orang lainnya.

Pada 19 September 2020, seorang tentara Indonesia tewas dalam baku tembak dengan beberapa pemberontak bersenjata Papua di dekat kompleks Komando Subdistrik Militer Persiapan Hipadipa di distrik tersebut.

Menurut juru bicara Kodam XVII Cenderawasih, Letkol Reza Nur Patria, pahlawan yang gugur itu diidentifikasi sebagai Prajurit Pertama Dwi Akbar Utomo.

Pada hari yang sama, separatis bersenjata dilaporkan menembak mati Pendeta Yeremia Zanambani di Desa Hitadipa, Kecamatan Hitadipa.

Imam itu tewas karena luka tembak setelah ditembak oleh penjahat bersenjata pada 19 September 2020, kata juru bicara Komando Pertahanan Daerah Gabungan (Kogabwilhan) III, Kolonel IGN Suriastawa, dalam sebuah pernyataan.

Pada 17 September 2020, seorang tentara lainnya, Sersan Kepala Sahlan, dilaporkan tewas dalam penyergapan yang dilakukan oleh sekelompok separatis bersenjata. Ia diserang saat kembali ke Kodam Persiapan Hipadipa di Kabupaten Intan Jaya dengan bekal makanan dari daerah Sugapa.

Para penyerang menyita senjata dan magasinnya, menurut Komandan Komando Resor Militer 173 / Praja Vira Braja yang berbasis di Biak, Brigjen. Jenderal Iwan Setiawan.

Sahlan, anggota Kodam 1404 Pindrang Provinsi Sulawesi Selatan, ditugaskan untuk membackup Petugas Pengawas Desa (Babinsa) Korem Persiapan Hipadipa, ujarnya.

Dalam insiden terpisah pada 17 September 2020, pemberontak bersenjata Papua dilaporkan telah menyiksa dan membunuh seorang tukang ojek berusia 49 tahun yang diidentifikasi sebagai Badawi.

Pada 13 September 2020, separatis bersenjata melepaskan tembakan ke arah dua pengemudi Ojek lainnya di kawasan Sugapa, namun mereka berhasil selamat dari serangan tersebut. Kedua pengemudi itu dirawat di sebuah rumah sakit di Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, kata Setiawan.

Harapan sangat tinggi bahwa kebenaran pelaku sebenarnya di balik pembunuhan mematikan terungkap pada hari Rabu, sehingga mereka dapat dibawa ke pengadilan cepat atau lambat. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar