![]() |
| Kemampuan pengujian COVID-19 Indonesia mengalami peningkatan yang 'luar biasa' |
ASLIKARTU - Kapasitas pengujian COVID-19 Indonesia telah meningkat tajam dibandingkan dengan awal pandemi, menurut kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo. Agen Poker
Standar pemeriksaan COVID-19 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk negara berpenduduk 267 juta jiwa seperti Indonesia adalah 267 ribu orang per minggu.
Saat ini, Indonesia telah meningkatkan kapasitas pengujiannya dengan laboratorium yang rata-rata memeriksa sampel yang diperoleh dari sekitar 33 ribu orang per hari, atau 231 ribu orang per minggu.
“Ini adalah peningkatan yang luar biasa. Pada awal pemeriksaan laboratorium kami, kemampuan kami mungkin hanya di bawah 20 persen dari standar yang ditetapkan oleh WHO, dan sekarang menjadi 82,51 persen. Angka yang harus kami akui cukup menggembirakan, ”kata Monardo saat diskusi yang diselenggarakan Satgas Penanganan COVID-19 di Jakarta, Kamis.
Awalnya, banyak pihak yang menyatakan pesimisme dengan mengatakan Indonesia tidak mampu atau tidak cukup serius untuk melakukan tes terhadap COVID-19, ujarnya.
Agen Domino
“Tapi sekarang, ternyata sangat bagus,” katanya.
Presiden Joko Widodo telah menetapkan target pengujian 10 ribu spesimen per hari pada April-Mei tahun ini, yang kemudian ditingkatkan menjadi 30 ribu spesimen. Saat ini, Indonesia mampu menggenjot pengujian hingga lebih dari 40 ribu spesimen per hari, kata Monardo.
Kepala Satgas mengakui bahwa pada awal pandemi, kemampuan Indonesia untuk menguji spesimen sangat rendah karena fasilitas laboratorium yang terbatas dan tidak adanya teknologi untuk mengujinya.
Namun, berkat kerja keras semua pihak yang terlibat, dan atas saran Presiden Joko Widodo, tim Kemenkes dan Satgas COVID-19 sudah bisa melakukan pengadaan reagen dan mesin PCR, ujarnya.
Barang sudah didistribusikan ke seluruh wilayah dan pengadaannya dilakukan bertahap untuk puluhan hingga 376 laboratorium yang dilengkapi untuk melakukan uji COVID-19, imbuhnya.
Meski jumlah laboratorium mencukupi, namun masih terdapat keterbatasan jumlah tenaga laboratorium, lanjutnya.
“Kami juga melihat betapa sulitnya bagi pekerja lab yang harus melakukan pemeriksaan spesimen setiap saat dan mereka adalah salah satu kelompok frontliner yang berjuang untuk memeriksa spesimen secepat mungkin,” kata Monardo. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar