Jumat, 09 Oktober 2020

Omnibus law: 34 demonstran dinyatakan reaktif terhadap COVID-19 di Jakarta

Omnibus law: 34 demonstran dinyatakan reaktif terhadap COVID-19 di Jakarta


ASLIKARTU - Polisi memastikan bahwa 34 demonstran yang menolak undang-undang penciptaan lapangan kerja yang baru disahkan, Jakarta, Kamis, ditemukan reaktif dalam tes cepat untuk penyakit virus korona baru (COVID-19) dan dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet untuk diisolasi sendiri. Agen Poker


"Sesuai data terakhir, 34 orang pengunjuk rasa di Jakarta dan 13 pengunjuk rasa di Bandung ditemukan reaktif (terkena virus)," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis yang dirilis di Jakarta, Selasa. Kamis.


Dengan ditemukannya kasus-kasus reaktif, Yuwono mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam menyalurkan aspirasinya pascapandemi COVID-19 agar tidak menimbulkan klaster baru.


“Pada awalnya, Polri telah melakukan segala upaya untuk mencegah munculnya gugus baru virus corona. Untuk itu, Kapolri Jenderal Idham Azis sudah mengeluarkan telegram,” tandasnya.

Agen Domino

Pada 2 Oktober 2020, Kapolri telah mengeluarkan telegram yang berisi instruksi untuk mencegah demonstrasi setelah pandemi COVID-1 karena pengaruhnya terhadap kesehatan masyarakat dan ekonomi.


Selama pandemi, memastikan keselamatan publik adalah hukum tertinggi yang telah dikeluarkan oleh Kapolri untuk menjaga ketertiban umum sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan COVID-19, kata Yuwono.


Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah memperingatkan bahwa unjuk rasa yang meluas terhadap undang-undang penciptaan lapangan kerja dapat menimbulkan gugus COVID-19 baru di negara tersebut.


"Saya khawatir jumlah pasien (kemungkinan) akan meningkat di masa depan," kata Prof Zubairi Djoerban, Ketua Satgas COVID-19 IDI, di Jakarta, Kamis.


Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah Indonesia pada hari Senin mengesahkan RUU omnibus yang kontroversial itu menjadi undang-undang di tengah meningkatnya kritik atas ketentuan tentang hak-hak buruh, hak masyarakat adat, dan perlindungan lingkungan. Agen Sakong


0 komentar:

Posting Komentar