![]() |
| Pemerintah Aceh didesak untuk mencari solusi atas konflik manusia-satwa liar |
ASLIKARTU - Seorang legislator mengimbau kepada Pemprov Aceh untuk mencari solusi atas konflik manusia-satwa liar yang berulang kali terjadi di beberapa wilayah provinsi tersebut. Agen Poker
"Konflik manusia-gajah, misalnya, masih terjadi. Solusi konflik manusia-satwa ini harus dicari," kata Anggota DPRD Provinsi Aceh Yahdi Hasan seperti dikutip ANTARA di Jakarta, Minggu.
Hasan yang terpilih mewakili konstituen di Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues mengatakan, konflik manusia-satwa liar harus diselesaikan tanpa membuat manusia dan satwa liar menderita.
Ia berpendapat bahwa konflik terjadi karena degradasi dan perusakan habitat alam satwa liar yang sebagian disumbang oleh aktivitas manusia untuk memanen sumber daya alam untuk mencari nafkah.
“Konflik manusia-satwa liar ini harus segera diselesaikan untuk mencegah manusia dan hewan liar terseret ke dalam penderitaan yang berkelanjutan,” kata Hasan.
Dalam mendukung pelestarian satwa liar di Aceh, Hasan mengimbau pihak berwenang untuk mengusut beberapa kasus kematian satwa liar, khususnya gajah Sumatera, untuk mengetahui apakah kematiannya disebabkan oleh faktor alam atau aktivitas pemburu yang mencari gading dan bagian tubuhnya.
Jika kematian gajah sumatera yang naas disebabkan oleh aktivitas pemburu, pelakunya harus dibawa ke pengadilan dalam upaya menyelamatkan mamalia dan hewan langka lainnya, tambahnya.
Selama dua tahun terakhir, konflik manusia-gajah telah menjadi perhatian konservasi utama di Aceh dan banyak provinsi pegunungan gajah lainnya di Pulau Sumatera.
Agen Domino
Pada Februari 2019, setidaknya 14 kawanan gajah liar Sumatera sudah mengembara mencari makan di wilayah kabupaten seperti Tamiang, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireen.
Menurut Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lhokseumawe, Dedi Irvansyah, ditemukan sekitar empat hingga lima ekor kawanan yang berkeliaran di sekitar kawasan hutan Kabupaten Aceh Timur dan Tamiang.
Di Kabupaten Aceh Utara, ada tiga kawanan gajah liar tersebut, sedangkan di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireun, juga terpantau sekitar empat kawanan gajah liar, katanya.
Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie, dilaporkan ada dua kawanan, katanya, menambahkan bahwa masing-masing kawanan terdiri dari 15 hingga 20 hewan liar.
Tiga kawanan gajah Sumatera liar juga ditemukan berkeliaran mencari makan di wilayah Kecamatan Cot Girek, Matangkuli, dan Langkahan Kabupaten Aceh Utara. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar