![]() |
| BPS mendaftar tiga masalah utama dalam tujuan Indonesia Emas 2045 |
ASLIKARTU - Badan Pusat Statistik (BPS) telah menggarisbawahi tiga isu krusial yang perlu diperhatikan oleh Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mencapai tujuan Indonesia Emas 2045. Agen Poker
“Terkait bonus demografi, (kita harus memikirkan) bagaimana mendidik sumber daya manusia yang unggul. (Mengejar Emas) Indonesia 2045, saya akan tunjukkan tiga faktor, ”kata Wakil Kepala BPS Bidang Statistik Sosial, Dr. Ateng Hartono, dalam webinar yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, Senin.
Persoalan krusial pertama yang harus diperhatikan adalah perkembangan manusia dini terkait lapangan kerja penduduk memasuki usia kerja dan pemberdayaan lansia produktif, ujarnya.
“Kalau kita bicara perkembangan manusia dini, salah satu faktor usia yang harus kita perhatikan adalah (jumlah penduduk) pada usia 0-4 tahun atau 3-6 tahun,” imbuhnya.
Angka partisipasi kasar penduduk kelompok usia 3-6 prasekolah tercatat 37,9 persen, sedangkan angka partisipasi kasar penduduk kelompok usia 0-6 tahun ini terbilang kecil yaitu 32,46 persen, katanya.
Sementara itu, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen pada 2018 dan turun menjadi 27,70 persen pada 2019.
Oleh karena itu, tantangan utama perkembangan manusia usia dini di Tanah Air adalah tingginya angka stunting dan relatif sedikit jumlah anak usia prasekolah, ujarnya.
Ke depan, untuk mewujudkan tujuan Indonesia Emas pada 2045, negara perlu meningkatkan pendidikan dan gizi anak usia dini serta menurunkan angka stunting, ujarnya.
Hal lain yang perlu diperhatikan negara adalah tingkat pengangguran terbuka dalam menciptakan lapangan kerja, ujarnya.
Ateng mengatakan jumlah pengangguran lulusan SLTA dan diploma masih terbilang tinggi. Oleh karena itu, kata dia, pihaknya berharap tenaga kerja produktif terdidik diberikan kesempatan yang lebih luas untuk membantu mencapai Indonesia Emas 2045.
Dia mengatakan 49,8 persen lansia masih bekerja dan 65 persen di antaranya adalah laki-laki.
“Banyaknya lansia yang masih bekerja berarti beberapa faktor perlu dipertimbangkan, apakah mereka dipekerjakan untuk memenuhi kebutuhan mereka atau mengabdikan hidupnya untuk kegiatan sosial yang positif,” tambahnya. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar