Kamis, 12 November 2020

Garut Jawa Barat perkuat kemampuan mitigasi gempa

Garut Jawa Barat perkuat kemampuan mitigasi gempa



ASLIKARTU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Garut di Jawa Barat telah menerima sistem penerima peringatan dini gempa (SRG) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memungkinkan pemerintah daerah untuk segera melakukan upaya mitigasi. Agen Poker


Alat itu bisa mendeteksi dan menghasilkan rekaman digital gempa di layar komputer dan terkoneksi dengan perangkat WRS lain di seluruh Indonesia, kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Firman Karyadin, di Jakarta, Kamis.


WRS berfungsi dengan baik dan seringkali menjadi peringatan jika gempa bumi melanda wilayah tertentu di Indonesia, ujarnya.


Gempa bumi sering terjadi di Indonesia karena negara ini terletak di Sabuk Sirkum-Pasifik, yang juga dikenal sebagai Cincin Api, di mana beberapa lempeng tektonik bertemu dan sering menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik.


Zona gempa Indonesia terbentang dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Flores, dan Alor hingga Laut Banda serta di atas pulau Seram, Sulawesi, Maluku, dan Papua, dengan wilayah yang sering mengalami gempa.

Agen Domino

Di Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran diguncang gempa mematikan pada 17 Juli 2006.


Gempa 6,8 skala Richter mengguncang beberapa bagian kabupaten dan memicu tsunami setinggi lima meter. Bencana tersebut menghancurkan banyak rumah di kawasan pantai dan menewaskan sedikitnya 668 orang.


Selama dua tahun terakhir, Indonesia telah mengalami beberapa kali gempa maut. Salah satu gempa paling mematikan ini melanda beberapa bagian provinsi Sulawesi Tengah pada 2018.


Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala Richter yang diikuti oleh tsunami yang melanda wilayah Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Paringi Moutong, dan Sigi pada 28 September 2018 menelan korban 2.102 jiwa, 4.612 orang luka-luka, dan 680 lainnya hilang. .


Sebanyak 68.451 rumah rusak berat dan 78.994 orang mengungsi akibat gempa tersebut.


Gempa tersebut telah meninggalkan jejak mayat yang membusuk di belakangnya, mendorong pihak berwenang dan pekerja kemanusiaan untuk menguburkan mereka di kuburan massal.


Sedangkan kerugian materiil akibat bencana kembar tersebut diperkirakan mencapai Rp15,29 triliun.


Ibukota provinsi Palu telah menanggung beban paling berat dari bencana tersebut, dengan kerusakan dan kerugian material tercatat sebesar Rp7,6 triliun, atau 50 persen dari total perkiraan, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Kerusakan dan kerugian materiil di Kabupaten Sigi tercatat sebesar Rp4,9 triliun atau 32,1 persen dari perkiraan, Kabupaten Donggala sebesar Rp2,1 triliun atau 13,8 persen, dan Kabupaten Parigi Moutong sebesar Rp631 miliar atau 4,1 persen.


Kerusakan material di empat wilayah terdampak diperkirakan mencapai Rp13,27 triliun, sedangkan kerugian material dipatok sekitar Rp2,02 triliun, ungkap badan tersebut pada Oktober 2018. Agen Sakong


0 komentar:

Posting Komentar