![]() |
| Indonesia menyerukan G20 untuk membantu negara-negara miskin pulih dari pandemi |
ASLIKARTU - Presiden Indonesia Joko Widodo telah meminta para Pemimpin G20 untuk mendukung negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah yang berjuang untuk pulih dari pandemi virus corona saat mereka bertemu hampir akhir pekan ini di KTT Riyadh 2020, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada konferensi pers virtual, di sini pada Sabtu malam. Agen Poker
Presiden Jokowi mengatakan bahwa tanpa bantuan dan solidaritas dari blok tersebut kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, negara-negara tersebut akan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari krisis kesehatan dan resesi ekonomi, tambah menteri.
Keringanan utang dan dana darurat untuk pandemi COVID-19 adalah dua proposal utama Jokowi ke blok itu pada KTT dua hari yang dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi. Hasil pertemuan yang akan diumumkan hari ini diharapkan dapat menyampaikan pesan yang signifikan dan jelas kepada masyarakat dunia bahwa para Pemimpin dari dua ekonomi ketiga akan bersatu dalam menyelesaikan masalah global pasca COVID-19, terutama dalam hal memulihkan lapangan kerja dan membangun inklusif. , berkelanjutan, dan ketahanan masa depan, kata Marsudi.
“Presiden mengatakan, UNCTAD telah mengumumkan dibutuhkan setidaknya 2,5 triliun dolar AS dari negara-negara besar untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah kembali normal setelah dilanda krisis ekonomi dan kesehatan. Negara-negara tersebut membutuhkan ruang fiskal yang lebih fleksibel untuk pemulihan ekonomi yang cepat. , ”kata Menlu RI.
Pada pertemuan pada Sabtu malam, yang secara virtual hadir di Istana Kepresidenan Bogor, Presiden Jokowi mengatakan ruang fiskal yang lebih fleksibel akan memungkinkan negara-negara mengalokasikan lebih banyak dana untuk program jaring pengaman sosial, meningkatkan konsumsi domestik, dan mendukung usaha kecil dan menengah.
Dia juga mengatakan dukungan keuangan dari para Pemimpin juga akan membantu negara-negara untuk mendapatkan vaksin COVID-19.
Sementara itu, dalam hal penyediaan dana darurat COVID-19, Presiden mengatakan perlu kemauan politik yang kuat dari para Pemimpin G20 untuk mengerahkan sumber daya keuangannya untuk keperluan vaksin, tes, dan perawatan virus corona.







0 komentar:
Posting Komentar