![]() |
| Indonesia merumuskan regulasi untuk mendukung penguasaan teknologi antariksa |
ASLIKARTU - Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Penerbangan dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Robertus Heru menegaskan, saat ini pemerintah Indonesia sedang menyiapkan tiga peraturan pemerintah untuk memfasilitasi penguasaan teknologi antariksa. Agen Poker
“Saat ini kami sedang dalam proses penyusunan tiga peraturan pemerintah tentang penguasaan teknologi antariksa dan kegiatan niaga bandara antariksa dan antariksa,” kata Heru di sela-sela seminar virtual Teknologi Aeronautika dan Antariksa untuk Indonesia Maju, yang merupakan rangkaian kegiatan untuk Inovasi Indonesia Expo 2020 di Jakarta pada hari Jumat.
Heru memaparkan, ketiga rancangan peraturan pemerintah itu untuk penguasaan teknologi antariksa, kegiatan antariksa komersial, serta pengembangan dan pengoperasian bandara antariksa.
“Jika semua landasan hukum sudah ada, tidak akan ada kendala bagi investasi lebih lanjut untuk masuk ke kegiatan ini,” jelasnya.
Rancangan peraturan pemerintah untuk mendukung kecakapan di bidang teknologi antariksa akan mencakup izin pengembangan teknologi roket, perlindungan teknologi termasuk pengawasan teknologi sensitif yang diimpor, serta definisi dan daftar teknologi sensitif.
Peraturan tersebut juga terdiri dari standar untuk desain, produksi, pengujian, dan pengoperasian pesawat ruang angkasa; sertifikasi fasilitas dan personel penanganan teknologi ruang; serta izin uji terbang roket.
Rancangan peraturan pemerintah tentang kegiatan ruang komersial bertujuan untuk mendorong pertumbuhan industri antariksa dan mendorong investasi komersial di bidang antariksa, baik nasional maupun internasional. Peraturan tersebut juga mencakup kontribusi pemerintah terhadap industri antariksa, termasuk melalui fasilitas dan kekayaan intelektual.
Sementara itu, rancangan peraturan pemerintah untuk pengembangan dan pengoperasian pelabuhan antariksa terkait dengan tanggung jawab peluncuran satelit di wilayah Indonesia dan aturan penyelenggaraan operasi peluncuran.
“Meski pihak swasta berada di belakang peluncuran satelit, namun tetap menjadi tanggung jawab pemerintah di sana,” kata Heru.
Koordinator Bidang Diseminasi Pusat Teknologi Roket LAPAN Arif Nur Hakim mengatakan, peluncuran satelit dari lokasi geografis Indonesia dinilai menguntungkan karena peluncuran ekuator bisa membawa muatan lebih banyak.
“Misalnya kalau kita luncurkan di ekuator atau di Rusia akan berbeda karena di ekuator satelit mendapat energi tambahan dari gerakan rotasi bumi, sedangkan di lintang tinggi tidak,” kata Hakim.
Hakim menunjukkan bahwa energi tambahan yang diperoleh dari rotasi bumi dapat diubah menjadi jumlah muatan yang dapat dibawa roket.
"Di ekuator, secara teori, muatan akan lebih besar dari roket yang diluncurkan di Rusia," kata Hakim. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar