Jumat, 13 November 2020

Mahfud memuji aksi sigap TNI AD dalam aksi pembakaran Intan Jaya

Mahfud memuji aksi sigap TNI AD dalam aksi pembakaran Intan Jaya


ASLIKARTU - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, memuji TNI AD karena "tindakan cepat" menetapkan delapan tentara sebagai tersangka dalam aksi pembakaran di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Agen Poker


“Terkait aksi kekerasan di Intan Jaya, Papua, Alhamdulilah (alhamdulillah), saya sudah bertemu dengan Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan KSAD Jenderal Andika Perkasa yang membenarkan aksi (sigap) tersebut, "Kata Mahfud di sini pada hari Jumat.


Rumah petugas kesehatan di Intan Jaya menjadi sasaran serangan pembakaran pada 19 September 2020.


Setelah Tim Pencari Fakta (TGPF) yang diakui pemerintah dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) merilis hasil penyelidikan mereka dalam kasus tersebut, TNI mengambil tindakan, kata Mahfud.


Temuan TGPF dan Komnas HAM memiliki beberapa kesamaan, dan laporannya segera ditindaklanjuti oleh TNI AD, imbuhnya.


Badan keamanan sedang mencari anggota kelompok separatis bersenjata sehubungan dengan kasus tersebut, dan telah menangkap beberapa dari mereka, katanya.

Agen Domino

Melihat kesamaan temuan TGPF dan Komnas HAM, pemerintah segera mengambil langkah untuk mengadili kasus tersebut, kata Mahfud.


“Prinsipnya, hukum harus ditegakkan. Apresiasi juga kami sampaikan kepada teman-teman Komnas HAM yang sudah melakukan penyidikan sendiri dan menemukan fakta yang sebagian besar sama (seperti yang dilaporkan TGPF),” ujarnya.


Ia lalu mengimbau agar Papua tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Pusat Polisi Militer Angkatan Darat telah menetapkan delapan tentara sebagai tersangka dalam serangan pembakaran tersebut.


"Berdasarkan pemeriksaan para saksi dan pemeriksaan barang bukti, penyidik ​​sampai pada kesimpulan dan menetapkan delapan orang tersangka," kata Panglima Polri Dodik Wijanarko, Kamis. Agen Sakong


0 komentar:

Posting Komentar