![]() |
| Pertimbangan utama keamanan untuk program vaksinasi COVID-19: resmi |
ASLIKARTU - Prinsip keselamatan akan menjadi pertimbangan utama dalam melaksanakan imunisasi COVID-19, kata ahli utama deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Brian Sri Prahastuti. Agen Poker
“Pemerintah telah melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai lembaga resmi di Indonesia yang memberikan izin edar dan persetujuan emergency-use authorization (EUA),” kata Sri dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Saat ini, pejabat BPOM sedang mengunjungi pabrik milik Sinovac, perusahaan farmasi asal China yang telah bermitra dengan PT Bio Farma Persero untuk memproduksi vaksin COVID-19, kata Sri. BPOM sedang meninjau proses produksi vaksin di fasilitas Sinovac.
Pada saat yang bersamaan, uji klinis fase 3 calon vaksin COVID-19 Sinovac dan Bio Farma juga dilakukan di Bandung, Jawa Barat. Uji coba mencakup kelompok sampel besar 1.000-10.000 sampel, kata Sri.
“Pemahaman kami memang lebih baik untuk produksi vaksin Sinovac karena Indonesia terlibat dalam uji klinis Fase 3, dan PT Bio Farma Persero juga akan dilibatkan dalam proses produksi pada tahapan tertentu. Dan kami tahu bahwa Bio Farma dalam produksi vaksin dan Hasan Rumah Sakit Sadikin (RSHS) dalam uji klinis vaksin memiliki kredibilitas tinggi di dunia internasional, ”tandasnya.
KSP akan menjamin efektivitas dan keamanan vaksin yang diproduksi, tambahnya.
Oleh karena itu, kata Sri, masyarakat tidak perlu ragu dengan kesimpulan akhir dan rekomendasi terkait vaksin COVID-19.
Pemerintah juga akan melibatkan Indonesia In Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dalam proses vaksinasi nanti.
Upaya pemerintah untuk memeriksa penyebaran virus termasuk vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan terhadap COVID-19, kata Sri.
Selain imunisasi, mengubah perilaku masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga akan memainkan peran penting dalam mengendalikan wabah SARS-CoV-2, ujarnya.
Sri mengatakan imunisasi akan berdampak langsung - dalam bentuk perlindungan yang lebih baik terhadap virus - pada individu yang menerimanya.
Jika program ini berhasil dilaksanakan, yang mencakup sedikitnya 75 persen dari jumlah penduduk, maka akan membantu tercapainya imunitas kawanan dan jumlah virus yang beredar pasti akan berkurang, jelas Sri.
“Dengan begitu, 25 persen penduduk yang entah kenapa tidak mendapatkan imunisasi juga mendapat manfaat perlindungan karena virus yang beredar di masyarakat sangat sedikit,” kata Sri. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar