![]() |
| Rawat inap jangka panjang untuk COVID-19 bisa menelan biaya Rp446 juta: ahli |
ASLIKARTU - Biaya rawat inap untuk satu pasien COVID-19 yang membutuhkan perawatan jangka panjang bisa membengkak menjadi Rp446 juta, kata seorang akademisi dari Universitas Indonesia (UI). Agen Poker
“Survei saya di sembilan provinsi mengungkapkan bahwa biaya perawatan kesehatan tertinggi yang ditanggung oleh pasien COVID-19 tercatat sebesar Rp446 juta,” kata Prof. Dr. Hasbullah Thabrany, MPH, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI dalam webinar yang diselenggarakan dengan tema "menghitung biaya perawatan kesehatan" di sini pada hari Senin.
Rata-rata biaya perawatan kesehatan untuk pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit selama 16 hari tercatat sebesar Rp184 juta, kata Thabrany, seraya menambahkan bahwa survei tersebut mencakup beberapa ribu pasien yang didiagnosis dengan COVID-19.
Rata-rata, pasien COVID-19 dirawat di rumah sakit selama 15,4 hari, tetapi beberapa akhirnya menghabiskan hingga 194 hari di rumah sakit, katanya. Biaya rawat inap pasien berkisar antara Rp2,4 juta hingga Rp446 juta, tambahnya.
Biaya rawat inap yang harus ditanggung oleh pasien COVID-19 akan tergantung pada keadaan kesehatannya pada saat tertular infeksi, tambahnya, adanya penyakit penyerta dapat menambah biaya perawatan kesehatan.
Mengingat tingginya biaya perawatan kesehatan yang harus ditanggung oleh pasien, Thabrany mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan pentingnya tindakan pencegahan dan secara konsisten melaksanakan protokol kesehatan yang diamanatkan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.
Penyakit novel coronavirus awalnya melanda kota Wuhan di China pada akhir tahun 2019 dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.
Pemerintah Indonesia membuat pengumuman resmi tentang kasus pertama yang dikonfirmasi di negara itu pada 2 Maret tahun ini.
Pemerintah Indonesia secara konsisten menyatakan keyakinannya terhadap potensi vaksin COVID-19 untuk membantunya memenangkan perang melawan pandemi COVID-19, yang telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi.
Selama beberapa bulan terakhir, pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk mengamankan potensi vaksin COVID-19 bagi masyarakat Indonesia melalui kerja sama bilateral dan multilateral.
Pemerintah juga mendukung upaya penelitian untuk mengembangkan vaksin COVID-19 milik negara, Merah Putih (Merah Putih), yang dinamai sesuai warna bendera nasional.
Apalagi, Indonesia bekerja sama dengan China dan Inggris untuk pengadaan dan penyediaan calon vaksin COVID-19.
Delegasi Indonesia mengamankan akses vaksin COVID-19 dari Tiongkok selama pertemuan dengan perwakilan dari Cansino, G42, Sinopharm, dan Sinovac di Tiongkok pada 10 Oktober tahun ini.
Seperti diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pemerintah kemungkinan akan memulai imunisasi COVID-19 tahap pertama pada minggu ketiga Desember 2020. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar