Senin, 09 November 2020

Sebanyak 50 warga desa yang berada di lereng Gunung Merapi aktif dievakuasi

Sebanyak 50 warga desa yang berada di lereng Gunung Merapi aktif dievakuasi


ASLIKARTU - Sebanyak 50 warga desa, sebagian besar balita, ibu hamil, dan lansia, yang berada di lereng Gunung Merapi dievakuasi ke pengungsian sementara di Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Senin, sebagai langkah berjaga-jaga terhadap letusan gunung tersebut. Agen Poker


Solekan, tokoh masyarakat setempat, dan relawan menyatakan di sini, Senin, pengungsi berasal dari Desa Dukuh Stabelan dan Takeran.


Jumlah pengungsi diperkirakan akan meningkat karena lebih banyak warga akan segera dipindahkan ke daerah yang lebih aman, katanya.


Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, PMI (Palang Merah), petugas mitigasi bencana setempat dan relawan melakukan evakuasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang diperlukan terhadap COVID-19, katanya.


Dukuh Stabelan dan Takeran berada di dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) level III atau sekitar tiga hingga 3,5 kilometer dari puncak gunung berapi, kata Sungadi, Kepala Desa Tlogolele.

Agen Domino

Dapur umum telah disiapkan untuk menyediakan makanan bagi para pengungsi.


Tim gabungan dari BPBD Pemkab Boyolali, PMI, Dinas Kesehatan, TNI, Polri, relawan desa, dan kelurahan telah melakukan segala persiapan yang diperlukan, termasuk dapur umum untuk para pengungsi.


Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bencana Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta.


Berdasarkan pantauan Gunung Merapi dari Oktober hingga November 2020, kegempaannya semakin meningkat akibat aktivitas vulkanik.


Lereng bagian selatan Gunung Merapi adalah milik Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sedangkan lereng lainnya merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Magelang di sisi barat; Boyolali di utara dan timur; dan Klaten di tenggara.


Menyikapi tanda bahaya alam tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman menetapkan status siaga bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman juga akan mulai mengevakuasi kelompok rentan yang tinggal di zona bahaya Gunung Merapi dalam waktu dekat.


Sebelumnya, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat mengimbau warga agar tetap waspada meski tidak panik.


Pada tahun 2010, Gunung Merapi pernah meletus dan menewaskan sekitar 300 orang. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar