Selasa, 02 Juni 2020

Kedutaan memfasilitasi repatriasi 74 orang Indonesia dari Yordania

Kedutaan memfasilitasi repatriasi 74 orang Indonesia dari Yordania
Kedutaan memfasilitasi repatriasi 74 orang Indonesia dari Yordania

ASLIKARTU - Sekitar 74 warga Indonesia berangkat dari Bandara Internasional Queen Alia, Amman, ibu kota Yordania, pada hari Minggu, naik pesawat Qatar Airways QF-956 dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng, Provinsi Banten, Senin. Agen Poker

Pemulangan yang diprakarsai sendiri ini, yang melibatkan para siswa dari Pondok Pesantren Nurul Fikri, anggota Jamaah Tabligh, dan mahasiswa, yang menyelesaikan studi mereka, difasilitasi oleh Kedutaan Besar Indonesia di Amman.

Orang-orang yang kembali itu termasuk dalam batch kedua Kedutaan Besar Indonesia untuk misi repatriasi yang diinisiasi sendiri, sementara kelompok pertama orang Indonesia yang terkena dampak pandemi global yang sedang berlangsung dari penyakit virus coronavirus baru (COVID-19) telah kembali ke rumah pada bulan April.

"Dalam memastikan kehadiran negara sejak awal, Kedutaan Besar Indonesia di Amman telah memfasilitasi proses repatriasi berdasarkan kewenangannya untuk memastikan bahwa warga negara kita dapat pulang dengan selamat," kata Duta Besar Indonesia untuk Amman Andy Rachmianto.

Duta Besar Rachmianto juga menjadi saksi kepergian 74 orang Indonesia. Kedutaan itu, bekerja sama dengan Qatar Airways, melakukan pemulangan yang diprakarsai secara mandiri pada gelombang kedua pada hari Minggu.


"Semoga krisis COVID-19 ini segera berakhir, sehingga anggota komunitas kami dapat melanjutkan kegiatan sehari-hari mereka dalam skenario normal baru," katanya.

Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memulangkan warganya yang terdampar ke luar negeri di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Di Malaysia, sekitar 4.800 pekerja migran Indonesia yang tidak berdokumen akan dibebaskan dari rumah tahanan imigrasi negara itu untuk kemudian dipulangkan ke Indonesia sejak 6 Juni.

Pejabat Departemen Imigrasi dan Luar Negeri Malaysia telah membahas rencana terkait pemulangan ini dengan rekan-rekan mereka dari Kedutaan Besar Indonesia pada 28 Mei, Menteri Pertahanan Malaysia Sabri Yaakob menyatakan di Putrajaya akhir pekan lalu.

Sebelum pemulangan mereka, semua orang Indonesia yang saat ini ditampung di beberapa rumah tahanan di negara tetangga akan menjalani pemeriksaan menggunakan metode Rapid Test Kit Antigen (RTK Antigen) untuk mendiagnosis keberadaan coronavirus.

Penyakit coronavirus, yang awalnya melanda kota Wuhan di Cina pada akhir 2019, sejak itu telah menyebar ke setidaknya 202 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, dengan lonjakan besar dalam jumlah kematian.

Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan kasus yang dikonfirmasi pertama di negara itu pada 2 Maret tahun ini. Pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung telah melemahkan daya beli sejumlah keluarga Indonesia, terutama mereka yang kehilangan pekerjaan. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar