Jumat, 19 Juni 2020

Komisi I DPR meneliti calon duta besar

Komisi I DPR meneliti calon duta besar
Komisi I DPR meneliti calon duta besar

ASLIKARTU - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) meneliti 32 kandidat duta besar dari 16 Juni hingga 18 Juni 2020, dan telah membuat pilihan akhir, kata seorang anggota komisi. Agen Poker

"Untuk pengambilan keputusan (pada daftar calon terakhir) di Komisi I DPR, telah diputuskan selama rapat internal komisi siang ini," Abdul Kadir Karding, anggota Komisi I, mengatakan di sini pada hari Kamis.

Namun, hasilnya akan tetap rahasia, dan akan dibahas pertama kali pada sidang paripurna DPR, katanya.

"Keputusan Komisi I DPR bersifat rahasia, jadi kami meminta maaf (karena tidak mengungkapkan hasilnya). Kami tidak dapat memberi tahu publik. Pertama, hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan DPR (sehingga memungkinkan mereka) untuk mengambil keputusan di sesi pleno, "lanjutnya.

32 kandidat telah menunjukkan kapabilitas dan kualitas yang kuat karena sebagian besar adalah diplomat karier, yang bertugas di Kementerian Luar Negeri, katanya.

Satu atau dua kandidat adalah diplomat non-karir, tetapi kemampuan dan pengalaman mereka sangat bagus, katanya.

Nama-nama 32 calon duta besar adalah sebagai berikut:

1. Chalief Akbar Tjandraningrat, kandidat duta besar untuk Republik Rakyat Aljazair, akan berdomisili di Aljazair

2. Elmar Iwan Lubis, kandidat duta besar untuk Republik Irak, akan berdomisili di Baghdad

3. Hildi Hamid, calon duta besar untuk Republik Azerbaijan, berdomisili di Baku

4. Rachmat Budiman, kandidat duta besar untuk Kerajaan Thailand dan UNESCAP, akan berdomisili di Bangkok


5. Dr. Andri Hadi, kandidat duta besar untuk Kerajaan Belgia, dan pada saat yang sama Luksemburg dan Uni Eropa, berdomisili di Brussel

6. Lutfi Rauf, kandidat duta besar untuk Republik Arab Mesir, berdomisili di Kairo

7. Mayjen (Purn.) Dr. Imam Edy Mulyono, kandidat duta besar untuk Republik Bolivarian Venezuela, merangkap Republik Trinidad & Tobago, Grenada, St. Lucia, Dominika, dan St.Vincent & the Grenadines, berdomisili di Caracas

8. Dindin Wahyudin, kandidat duta besar untuk Republik Senegal, merangkap Republik Mali, Republik Gambia, Republik Guinea-Bissau, Republik Sierra Leone, Republik Pantai Gading, Republik Gabon, dan Republik Demokratik Kongo, berdomisili di Dakar

9. Mayerfas, calon duta besar untuk Kerajaan Belanda, merangkap OPCW, berdomisili di Den Haag

10. Ridwan Hassan, kandidat duta besar untuk Qatar, berdomisili di Doha

11. Denny Abdi, kandidat duta besar untuk Republik Sosialis Vietnam, berdomisili di Hanoi

12. Nana Yuliana, calon duta besar untuk Republik Kuba, merangkap Bahama, Jamaika, Republik Dominika, dan Haiti, berdomisili di Havana

13. Dr. Ratu Silvy Gayatri, kandidat duta besar untuk Republik Finlandia dan Estonia, berdomisili di Helsinki

14. Adam Mulawarman Tugio, kandidat duta besar untuk Republik Islam Pakistan, berdomisili di Islamabad

15. Dewi Savitri Wahab, calon duta besar untuk Kerajaan Denmark dan juga Republik Lithuania, berdomisili di Kopenhagen

16. Dr. Desra Percaya, kandidat duta besar untuk Kerajaan Inggris, dan juga Irlandia dan Organisasi Maritim Internasional (IMO), berdomisili di London

17. Herry Sudrajat, kandidat duta besar untuk Republik Mozambik, dan pada saat yang sama, Republik Malawi, berdomisili di Maputo

18. Jose Antonio Morato Tavares, kandidat duta besar untuk Federasi Rusia dan Belarus, berdomisili di Moskow

19. Mohamad Irzan Djohan, kandidat duta besar untuk Kesultanan Oman, berdomisili di Muscat

20. Dr. Mohamad Hery Saripudin, kandidat duta besar untuk Republik Kenya, dan pada saat yang sama, Republik Demokratik Kongo, Republik Mauritius, Republik Seychelles, Republik Federal Somalia, Republik Uganda, dan Perwakilan Tetap untuk UNEP dan PBB -HABITAT, berdomisili di Nairobi

21. Sukmo Harsono, calon duta besar untuk Republik Panama, dan juga Republik Honduras, Republik Kosta Rika, dan Republik Nikaragua, berdomisili di Kota Panama

22. Agung Kurniadi, kandidat duta besar untuk Ekuador, berdomisili di Quito

23. Roem Kono, kandidat duta besar untuk Bosnia dan Herzegovina, berdomisili di Sarajevo

24. Suryopratomo, kandidat duta besar untuk Republik Singapura, berdomisili di Singapura

25. Iwan Bogananta, kandidat duta besar untuk Republik Bulgaria dan Republik Albania, dan Republik Makedonia, berdomisili di Sofia

26. Kamapradipta Isnomo, kandidat duta besar untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia, berdomisili di Stockholm

27. Ronny Prasetyo Yuliantoro, kandidat duta besar untuk Republik Islam Iran, dan juga Turkmenistan, berbasis di Teheran

28. Laurentius Amrih Jinangkung, kandidat duta besar untuk Tahta Suci Vatikan, berdomisili di Vatikan

29. Wisnu Edi Pratignyo, kandidat duta besar untuk Republik Namibia, dan pada saat yang sama, Republik Angola, berdomisili di Windhoek

30. Heri Akhmadi, kandidat duta besar untuk Jepang, dan pada saat yang sama, Federasi Mikronesia, berbasis di Tokyo

31. Muhammad Lutfi, kandidat duta besar untuk Amerika Serikat, berdomisili di Washington D.C.

32. Hermono, kandidat duta besar untuk Malaysia, berdomisili di Kuala Lumpur. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar