![]() |
| Operasi Tinombala diperluas di Poso untuk menangkap 14 buron |
ASLIKARTU - Kepala Polisi Indonesia Jenderal Idham Azis mengambil keputusan untuk memperpanjang Operasi Tinombala karena operasi tahap kedua selesai pada tanggal 28 Juni dan untuk memburu 14 buronan milik kelompok Mujahidin Indonesia Timur. Agen Poker
"Demi keamanan dan ketertiban di Provinsi Sulawesi Tengah, Kapolri telah mengeluarkan Surat Kepala Kepolisian Nasional Telegram tentang perpanjangan operasi polisi dengan nama sandi tahap ketiga Operasi Tinombala 2020," kata Brigadir Jenderal Awi Setiyono, juru bicara kepolisian, mengatakan di sini pada hari Senin.
Keputusan tersebut diatur dalam Surat Kepala Polisi Nomor Telegram: STR / 360 / VI / OPS.1.3 / 2020, tertanggal 26 Juni 2020. Operasi ini meluas dari 29 Juni hingga 30 September 2020, atau selama 94 hari.
Operasi telah dilanjutkan sejak 14 anggota Mujahidin Indonesia Timur, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh pemerintah, masih buron, kata Setiyono.
"Ke-14 buron masih buron," katanya.
Fase pertama Operasi Tinombala dilakukan dari 1 Januari hingga 31 Maret 2020. Kemudian diperpanjang dari 31 Maret hingga 28 Juni 2020.
Selama operasi ini, Satgas Tinombala terutama ditugaskan untuk berburu dan menangkap anggota Mujahidin Indonesia Timur yang tersisa. Kekerasan sektarian yang berlarut-larut yang dipicu oleh persaingan politik dan ekonomi di Poso, yang hampir menyamai populasi Muslim dan Kristen, bermula pada tahun 1998.
Agen Domino
Puncaknya adalah apa yang disebut, "pembantaian pondok pesantren Walisongo" pada 28 Mei 2000, ketika militan Kristen menyerang pondok pesantren di Sintuwulemba, menewaskan 165 Muslim, yang dianggap sebagai tokoh resmi, termasuk anak-anak dan perempuan, membakar ratusan orang. bangunan dan puluhan ribu orang terlantar.
Tiga pemimpin dari milisi Kristen setempat kemudian dihukum dan dieksekusi pada 2006 karena kejahatan yang dilakukan selama pembantaian.
Sejak itu, serangkaian bentrokan sektarian dan kekerasan pecah.
Administrasi Joko Widodo (Jokowi), yang diangkat sebagai presiden negara itu pada Oktober 2014, memutuskan untuk mengerahkan ratusan personel militer dan polisi untuk menghancurkan anggota kelompok Mujahidin yang bersembunyi di daerah pegunungan di Poso.
"Instruksi Presiden Jokowi adalah untuk menyapu bersih, dan untuk itu semua pasukan TNI (militer) telah dikerahkan. Bagaimana mungkin (kami telah melakukan) terhadap mereka selama dekade terakhir? Mulai bulan depan, kami akan pergi ke lapangan dan menghancurkan ( mereka), "menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo telah menyatakan pada akhir Desember 2014.
Kumolo rata-rata menyatakan bahwa kementeriannya telah melacak 100 pejuang asing dari IS yang memasuki Poso.
"TNI akan menghancurkan mereka. Setiap kekuatan akan dikerahkan, termasuk Kepolisian Nasional," Kumolo, seorang politisi senior dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berkuasa, telah menyatakan pada tahun 2014.
Beberapa bulan kemudian, bagian-bagian Poso diubah menjadi "medan perang," ketika sekitar 3,2 ribu perwira militer Indonesia dari Unit Serangan Reaksi Cepat (PPRC) ikut serta dalam latihan militer besar-besaran melawan teroris, yang diadakan selama dua minggu, sejak Maret 31, 2015
Panglima TNI saat itu Jenderal Moeldoko menjelaskan bahwa latihan skala besar dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap munculnya kelompok-kelompok radikal di Indonesia.
"Saya menduga bahwa anggota kelompok radikal merasa nyaman di Poso. Saya khawatir mereka yang pergi ke Irak dan Suriah, setelah mereka kembali ke Indonesia, akan menjadikan Poso sebagai pangkalan mereka," kata sang jenderal ketika secara resmi meluncurkan latihan militer di Poso. Poso pada 31 Maret 2015.
Satu minggu sebelum latihan pertempuran besar-besaran, sekitar 1.200 personil polisi melancarkan serangan yang disebut "Operasi Seagull Maleo 2015" untuk menangkap Santoso dan anggotanya dan menghentikan pasokan logistik oleh simpatisan.
Santoso, salah satu pemimpin teror paling dicari di Indonesia, akhirnya dihilangkan dalam tembakan oleh personel gugus tugas operasi militer Tinombala pada 18 Juli 2016. Agen Sakong







0 komentar:
Posting Komentar