Minggu, 07 Juni 2020

Tersangka teror dari Solo meninggal karena sakit di penjara: Polisi Nasional

Tersangka teror dari Solo meninggal karena sakit di penjara: Polisi Nasional
Tersangka teror dari Solo meninggal karena sakit di penjara: Polisi Nasional

ASLIKARTU - Polisi Nasional mengatakan bahwa Bagus Kurniawan (26), seorang tersangka teror dari Solo, Jawa Tengah, meninggal karena sakit ketika dipenjara di pusat penahanan Brigade Mobil Kepolisian di Cikeas, Jawa Barat. Agen Poker

"Berdasarkan diagnosis medis, pasien, yang meninggal, menderita demam yang berkepanjangan, ditambah dugaan infeksi sepsis, meningitis plus efusi pleura. Rumah sakit merekomendasikan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya," Kepala Kepolisian Nasional Biro Informasi Publik, Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan dalam sebuah pernyataan di sini pada Sabtu malam.

Bagus Kurniawan meninggal pada hari Selasa (2 Juni) di Rumah Sakit Polisi R Said Sukanto yang berlokasi di Kramat Jati, Jakarta Timur.

Tersangka teror mengeluh telah mengalami demam, mual dan muntah pada hari Senin (1 Juni) sekitar pukul 10:21 waktu setempat.

Dia segera diberi pertolongan pertama oleh tim medis dan kemudian dipindahkan ke rumah sakit polisi.

Setibanya di rumah sakit, tahanan dibawa ke ruang gawat darurat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Namun, pada Selasa (2 Juni), sekitar tengah hari, ia meninggal.


Mayatnya dibawa pulang oleh keluarganya pada Kamis (4 Juni). Keluarga telah menandatangani surat yang menolak otopsi untuk tubuh Bagus Kurniawan karena tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Keluarga itu kemudian menguburkannya di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Bagus Kurniawan telah ditahan di penjara Brigade Mobil (Brimob) di Cikeas, sejak 27 November 2019.

Dia telah ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus terorisme pada 3 Juni 2019. Dokumen untuk persidangannya sedang diproses oleh jaksa penuntut dan diharapkan siap pada 12 Juni 2020.

Bagus Kurniawan dikenal memiliki hasrat untuk terorisme sejak 2014. Saat itu, dia sudah tertarik pada kelompok ISIS yang dia kenal di Facebook, menurut pernyataan polisi.

Pada 2015, Bagus bergabung dengan salah satu kelompok teror yang berencana menyerang kantor polisi atau personil polisi di Solo.

Sebelum melakukan serangan, mereka terlebih dahulu menghadiri pelatihan fisik termasuk cara menembak. Agen Sakong

0 komentar:

Posting Komentar